INDOZONE.ID - Bagi kamu yang baru mulai investasi, istilah risk appetite wajib dipahami pemula karena ini bisa jadi arah untuk menentukan risikonya.
Setiap orang berbeda-beda, ada yang santai walau harga naik turun tajam, ada juga yang langsung panik jika rugi dikit. Nah, di sinilah pentingnya mengerti risk appetite sebelum asal masuk ke saham, reksa dana, atau instrumen lain.
Baca juga: Apa Itu Saham Blue Chip? Simak Pengertian, Keunggulan, hingga Risikonya
Apa Itu Risk Appetite?
Risk appetite adalah seberapa besar kamu siap menghadapi risiko dalam investasi. Artinya, kamu harus tahu batas nyaman kamu saat menghadapi kemungkinan rugi atau fluktuasi pasar.
Karena faktanya, nggak semua orang kuat lihat portofolio merah. Jadi, penting untuk kenal diri sendiri sebelum mulai.
Dengan ngerti risk appetite, kamu jadi bisa menentukan strategi investasi yang cocok, pilih instrumen sesuai kenyamanan, dan nggak mudah panik saat market turun.
Baca juga: Apa Itu Surat Berharga Negara? Pengertian, Jenis, dan Cara Membelinya
Tipe risk appetite investor ada dua, antara lain:
1. Agresif
Tipe ini siap ambil risiko tinggi demi potensi cuan yang lebih besar. Biasanya, mereka nyaman dengan saham atau instrumen yang fluktuatif.
2. Konservatif
Lebih suka yang aman dan stabil. Nggak terlalu mengejar cuan besar, yang penting dana tetap aman.
Faktor yang Ngaruh ke Risk Appetite
1. Usia
Mereka yang masih muda biasanya lebih berani ambil risiko karena memiliki waktu lebih panjang untuk recover.
2. Tujuan Keuangan
Jika targetnya jangka panjang, biasanya lebih siap hadapi naik turun pasar.
3. Pengalaman Investasi
Semakin sering terjun, biasanya semakin paham cara mengelola risiko.
4. Kondisi Finansial
Saat keuangan stabil, biasanya lebih berani ambil risiko dibanding yang kondisi dananya terbatas.
Baca juga: Punya Uang 10 Juta? Ini Rekomendasi Investasi yang Bisa Dicoba
Kenapa Risk Appetite Penting?
- Menghindari ambil keputusan karena emosi
- Bisa membuat portofolio yang pas
- Menghindari panic selling
Risk appetite itu bukan sekadar istilah, tapi pondasi penting sebelum kamu mulai investasi.
Dengan mengerti batas risiko diri sendiri, kamu bisa ambil keputusan yang lebih rasional, nggak mudah terbawa emosi, dan lebih konsisten dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mandiri Sekuritas