Senin, 06 APRIL 2026 • 15:20 WIB

Apa Itu Koreksi Saham? Ini Penyebab dan Cara Menghadapinya Biar Nggak Panik

Author

ilustrasi sedang menghadapi koreksi saham (freepik)

INDOZONE.ID - Pernah nggak sih kamu lihat harga saham tiba-tiba turun dan langsung panik?

Nah, banyak investor pemula mengira setiap penurunan adalah tanda buruk, padahal belum tentu.

Di pasar saham, ada fase yang justru dianggap normal dan bahkan sehat, yaitu koreksi.

Jadi, biar nggak salah langkah, yuk pahami apa itu koreksi saham dan bagaimana cara menyikapinya, berikut ini: 

Apa Itu Koreksi Saham?

Dalam dunia investasi, koreksi saham adalah kondisi ketika harga saham atau indeks turun sekitar 10% hingga 20% dari puncak harga tertinggi sebelumnya.

Penurunan ini biasanya terjadi setelah harga saham mengalami kenaikan cukup panjang atau rally.

Jadi, koreksi bukan berarti pasar sedang “hancur”, melainkan proses penyesuaian harga agar kembali ke level yang lebih wajar.

Ibaratnya seperti napas setelah lari jauh, pasar juga butuh jeda supaya pergerakannya tetap sehat dan tidak overvalued.

Kenapa Koreksi Saham Bisa Terjadi?

Ada beberapa faktor yang memicu koreksi, mulai dari aksi ambil untung (profit taking), sentimen global, hingga rilis data ekonomi yang kurang sesuai ekspektasi.

Baca juga: Apa Itu HAKA dan HAKI Saham? Ini Penjelasan, Keuntungan, dan Cara Pakainya!

Ketika banyak investor mulai menjual untuk mengamankan keuntungan, harga saham akan turun secara alami.

Ini adalah dinamika pasar yang wajar dan sering terjadi, bahkan di pasar yang sedang bullish sekalipun.

Koreksi vs Crash, Jangan Sampai Salah Paham

Koreksi dan crash sering disamakan, padahal dua kosep ini berbeda.

Nah, koreksi biasanya terbatas di kisaran 10-20% dan bersifat sementara.

Sementara itu, crash adalah penurunan drastis di atas 20% dalam waktu singkat, biasanya dipicu krisis besar.

Strategi Menghadapi Koreksi Saham

Koreksi saham adalah hal yang wajar terjadi di pasar, jadi kamu nggak perlu langsung panik apalagi sampai melakukan panic selling.

Baca juga: Price Earning Ratio (PER) Adalah: Indikator Penting untuk Menilai Harga Saham

Justru, penting untuk tetap tenang dan mencari tahu apa penyebab di balik penurunan tersebut.

Kalau dipicu faktor fundamental yang sulit membaik, melepas saham bisa jadi pilihan, tapi jika hanya karena sentimen sementara, menahan (hold) justru lebih bijak.

Di sisi lain, kamu juga bisa menyiapkan dana cadangan untuk memanfaatkan momen saat harga saham bagus sedang turun, namun tetap hindari terburu-buru membeli sebelum pasar menunjukkan tanda-tanda stabil agar keputusan yang diambil lebih aman dan terukur.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Investopedia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU