Ilustrasi Price Earning Ratio (PER). (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Price Earning Ratio (PER) ini salah satu indikator yang populer untuk mengecek apakah suatu saham itu murah, wajar, atau justru kemahalan.
Walaupun terlihat simpel, PER memiliki peran penting dalam bantu investor mengambil keputusan.
Baca juga: Perbedaan Safe Haven dan Risk Asset, Investor Pemula Wajib Paham
PER adalah rasio yang membandingkan harga saham saat ini dengan laba per saham (Earnings Per Share) yang dihasilkan perusahaan.
Simpelnya, PER menunjukkan berapa harga yang rela dibayar investor untuk setiap Rp1 keuntungan perusahaan. Misalnya PER = 20, artinya investor rela bayar Rp20 untuk setiap Rp1 laba.
Rumus PER:
Sementara itu, EPS dihitung dari:
Sekarang semakin mudah mengetahui PER, karena banyak aplikasi saham sudah langsung menampilkannya. Tapi, tetap penting untuk kamu tahu cara hitungnya agar nggak asal lihat angka.
Baca juga: Kenali Karakteristik Investasi Ilegal untuk Hindari Penipuan, Banyak Menjanjikan Keuntungan
Baca juga: Bingung Menghadapi Volatilitas Pasar? Simak Tips Mengelola Investasi dengan Bijak
Meskipun PER itu penting, jangan hanya pakai satu indikator saja. Agar analisis kamu lebih akurat, coba kombinasikan juga dengan Price to Book Value (PBV), Return on Equity (ROE), Price to Earnings Growth (PEG Ratio).
Dengan begitu, kamu bisa lihat saham dari berbagai sisi, bukan hanya dari satu angka. PER itu layaknya shortcut untuk mengerti valuasi saham dengan cepat, simpel, dan cukup powerful untuk jadi langkah awal analisis.
Tapi sebelum kamu ambil keputusan, tetap perlu lihat konteks, bandingkan dengan industri, dan gabungkan dengan indikator lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Heygotrade.com