INDOZONE.ID - Dalam investasi, tiap orang punya gaya masing-masing untuk mengatur keuangan.
Ada yang santai tapi konsisten, ada juga yang lebih aktif dan ingin cepat cari peluang. Nah, dua gaya ini dikenal sebagai investasi pasif dan investasi aktif.
Keduanya sama-sama bisa menghasilkan cuan, tapi cara mainnya berbeda. Biar nggak salah pilih, yuk kenalan dulu dengan masing-masing strategi ini.
Baca juga: Ingin Investasi Aman untuk Pemula? Kenali Instrumen Risiko Rendah Ini
Investasi Pasif dan Investasi Aktif
1. Investasi Pasif
Investasi pasif itu cocok bagi kamu yang tipe santai tapi konsisten. Nantinya, kamu akan membeli aset lalu ditahan dalam jangka panjang tanpa terlalu sering jual-beli.
Strategi ini fokus mengikuti arus pasar, jadi kamu nggak perlu memantau grafik setiap hari. Karena jarang transaksi, biaya juga lebih hemat dan nggak ribet.
Biasanya, instrumen yang dipakai di strategi ini seperti reksa dana, ETF, atau saham blue chip yang cenderung stabil. Risiko pergerakannya juga relatif lebih tenang karena mengikuti kondisi pasar secara umum.
Tapi, karena cara kerjanya santai, hasilnya juga nggak instan. Return cenderung lebih pelan, tapi stabil dalam jangka panjang.
Baca juga: Apa Itu RUPS? Simak Pengertian, Fungsi, dan Cara Kerjanya
2. Investasi Aktif
Jika kamu tipe yang suka tantangan dan nggak masalah mengeluarkan waktu untuk analisis, investasi aktif bisa jadi pilihan.
Dalam strategi ini, kamu akan sering jual-beli aset, mengikuti pergerakan harga, dan mencari momen terbaik untuk masuk atau keluar pasar. Tujuannya, mengejar keuntungan yang lebih besar dalam waktu lebih cepat.
Tapi, karena lebih aktif, kamu juga harus siap dengan risiko yang lebih tinggi. Perlu analisis yang matang, update informasi rutin, dan mental yang kuat jika pasar nggak sesuai ekspektasi.
Biasanya strategi ini dipakai untuk trading saham atau aset lain yang pergerakannya cepat.
Jadi, Mana yang Cocok Buat Kamu?
Semua kembali lagi ke gaya dan tujuan kamu sendiri. Jika kamu ingin investasi yang lebih santai, minim ribet, dan fokus jangka panjang, investasi pasif bisa jadi pilihan yang aman. Cocok juga untuk pemula yang masih belajar dan nggak mau terlalu stres memantau pasar.
Tapi jika kamu punya waktu lebih, suka analisis, dan siap ambil risiko demi potensi cuan yang lebih besar, investasi aktif bisa jadi jalan yang menarik.
Baca juga: Apa Itu Withdraw Saham? Simak Cara Kerja dan Tips Aman Melakukannya
Nggak ada yang paling benar atau salah, karena harus memilih strategi yang sesuai dengan kondisi kamu agar perjalanan investasi tetap nyaman dan konsisten.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BNI Sekuritas