Senin, 16 MARET 2026 • 13:20 WIB

Saham Undervalued Itu Apa? Ini Cara Menemukan Saham Murah tapi Berkualitas

Author

ilustrasi analisis saham undervalued (freepik)

INDOZONE.ID - Tahukah kamu, tidak semua saham yang terlihat murah di pasar berarti memiliki kinerja yang buruk. 

Dalam beberapa situasi, ada saham dari perusahaan yang sebenarnya berkualitas, tetapi harganya sedang turun karena sentimen pasar atau kondisi tertentu. 

Bagi investor yang jeli, momen seperti ini justru bisa menjadi peluang untuk membeli saham dengan harga yang lebih rendah dari nilai wajarnya.

Kondisi inilah yang dikenal sebagai saham undervalued. Lantas, apa sebenarnya saham undervalued dan bagaimana cara mengenalinya? Berikut penjelasan lengkapnya.

Apa Itu Saham Undervalued?

Saham undervalued adalah saham yang diperdagangkan di pasar dengan harga lebih rendah dari nilai intrinsiknya atau nilai wajar perusahaan tersebut.

Nilai intrinsik biasanya dihitung berdasarkan kondisi fundamental perusahaan, seperti kinerja keuangan, aset, dan prospek pertumbuhan bisnis.

Dengan kata lain, saham undervalued bisa diibaratkan seperti barang berkualitas yang dijual dengan harga diskon.

Investor yang mampu menemukan saham seperti ini berpotensi mendapatkan keuntungan ketika pasar mulai menyadari nilai sebenarnya dari perusahaan tersebut.

Mengapa Saham Bisa Terlihat Murah?

Ada beberapa alasan mengapa sebuah saham bisa diperdagangkan di bawah nilai wajarnya.

Salah satunya adalah sentimen pasar yang sedang negatif terhadap sektor tertentu, meskipun kondisi fundamental perusahaan masih baik.

Selain itu, informasi yang belum sepenuhnya dipahami investor juga bisa membuat harga saham tidak mencerminkan nilai sebenarnya.

Baca juga: Apa Itu Waran Saham? Pengertian, Cara Kerja, dan Risikonya bagi Investor

Dalam kondisi seperti ini, investor yang melakukan analisis lebih dalam berpotensi menemukan peluang investasi yang menarik.

Namun penting diingat, tidak semua saham yang terlihat murah benar-benar undervalued.

Ada juga saham yang murah karena kondisi perusahaan memang sedang memburuk.

Cara Menilai Saham Undervalued

Untuk menentukan apakah suatu saham tergolong undervalued atau tidak, investor biasanya menggunakan analisis fundamental dengan melihat beberapa rasio keuangan penting.

Berikut dua indikator yang paling sering digunakan:

1. Price to Earnings Ratio (PER)

PER merupakan rasio yang membandingkan harga saham dengan laba bersih perusahaan.

Baca juga: Mengenal Stock Split dalam Saham: Pengertian dan Dampaknya bagi Investor

Rasio ini membantu investor menilai apakah harga saham terlalu mahal atau masih tergolong murah dibandingkan kemampuan perusahaan menghasilkan keuntungan.

Rumus PER

Secara sederhana, rumus PER adalah:

Harga Saham ÷ Laba per Saham (EPS)

Jika PER suatu saham lebih rendah dibandingkan rata-rata industri atau pesaingnya, saham tersebut bisa jadi sedang undervalued. Namun tetap perlu dilihat apakah perusahaan memiliki kinerja yang stabil.

2. Price to Book Value (PBV)

PBV membandingkan harga saham dengan nilai buku perusahaan. Nilai buku mencerminkan total aset perusahaan setelah dikurangi kewajiban.

Rumus PBV adalah: 

Harga Saham ÷ Nilai Buku per Saham

Jika PBV berada di bawah angka 1, sering kali saham dianggap diperdagangkan di bawah nilai asetnya.

Bagi investor value investing, kondisi ini bisa menjadi sinyal bahwa saham tersebut berpotensi undervalued.

Itu dia konsep saham undervalued yang sering menjadi incaran investor beraliran value investing.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Investopedia

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU