Rabu, 11 MARET 2026 • 13:10 WIB

Mengenal Stock Split dalam Saham: Pengertian dan Dampaknya bagi Investor

Author

Ilustrasi Stock Split dalam Saham. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Terkadang, harga saham yang terlalu tinggi bisa membuat banyak investor terutama yang pemula, jadi ragu untuk membeli.

Nah, supaya sahamnya tetap menarik dan lebih mudah dijangkau investor, banyak perusahaan menggunakan strategi yang disebut stock split.

Lewat cara ini, harga saham per lembarnya bisa jadi lebih murah tanpa mengubah nilai perusahaan secara keseluruhan. Jadi terlihat lebih terjangkau, padahal nilai investasinya tetap sama.

Lalu sebenarnya apa sih stock split dan apa dampaknya bagi investor? Yuk, simak artikel berikut.

Baca juga: Cut Loss: Strategi Bertahan Investor Saat Harga Turun, Tapi Kapan Harus Dilakukan?

Apa Itu Stock Split?

Stock split adalah aksi korporasi ketika perusahaan memecah satu saham menjadi beberapa saham baru.

Tujuan utamanya, agar harga per lembar saham jadi lebih terjangkau, terutama bagi investor ritel.

Ketika stock split terjadi, harga saham memang akan turun. Tapi bukan berarti investasinya jadi rugi, karena hanya jumlah lembar sahamnya yang bertambah, sedangkan nilai total investasinya tetap sama.

Jadi sebenarnya ini hanya perubahan bentuk saja, bukan perubahan nilai.

Cara Kerja atau Mekanisme Stock Split

Baca juga: Apa Itu Investasi Komoditas? Ini Keuntungan dan Jenisnya yang Kamu Harus Tahu!

Biasanya perusahaan melakukan stock split dengan rasio tertentu, misalnya:

  • 1:2
  • 1:5
  • 1:10

Rasio ini berarti satu saham lama akan dipecah menjadi beberapa saham baru.

Supaya lebih kebayang, kita pakai contoh sederhana.

Misalnya kamu punya:

  • 1 saham dengan harga Rp10.000
  • Lalu perusahaan melakukan stock split dengan rasio 1:5.

Hasilnya jadi seperti ini:

  • Jumlah saham baru → 1 × 5 = 5 saham
  • Harga per saham baru → Rp10.000 ÷ 5 = Rp2.000
  • Total nilai investasi kamu tetap sama, yaitu Rp10.000.

Jadi meskipun jumlah sahamnya bertambah dan harga per lembarnya lebih murah, nilai keseluruhan investasinya tidak berubah.

Biasanya saham hasil split juga akan langsung otomatis masuk ke portofolio investor, jadi kamu nggak perlu melakukan apa-apa.

Kenapa Perusahaan Melakukan Stock Split?

Ada beberapa alasan kenapa perusahaan memilih melakukan stock split.

1. Harga Saham Lebih Ramah Investor

Jika harga saham terlalu tinggi, banyak investor ritel jadi mikir dua kali untuk beli.

Dengan stock split, harga saham jadi lebih rendah per lembarnya, sehingga lebih banyak orang merasa mampu untuk membelinya.

Baca juga: Apa Itu Compounding Interest? Ini Cara Kerja Bunga yang Bikin Uang Berkembang

2. Perdagangan Saham Lebih Ramai

Harga yang lebih murah biasanya membuat aktivitas jual beli saham meningkat.

Semakin banyak investor yang transaksi, maka likuiditas saham juga ikut naik. Artinya, saham lebih gampang diperjualbelikan di pasar.

3. Menarik Lebih Banyak Investor

Harga saham yang lebih terjangkau juga bisa menarik investor baru yang sebelumnya belum berani masuk.

Semakin banyak investor yang tertarik, biasanya saham perusahaan juga jadi lebih dikenal dan aktif diperdagangkan.

Dampak Stock Split bagi Investor

Bagi investor, stock split punya beberapa dampak yang cukup terasa, meskipun sebenarnya tidak mengubah nilai investasi secara langsung.

1. Jumlah Saham Jadi Lebih Banyak

Setelah stock split, saham yang kamu punya akan bertambah sesuai rasio split. Tapi jangan salah, meskipun jumlahnya bertambah, nilai total investasi tetap sama.

2. Harga Saham Terlihat Lebih Murah

Karena harga per lembarnya turun, saham hasil split biasanya terlihat lebih terjangkau bagi investor baru. Ini sering membuat lebih banyak orang tertarik membeli saham tersebut.

3. Tidak Mengubah Fundamental Perusahaan

Hal yang perlu diingat, stock split tidak mengubah kondisi bisnis perusahaan.

Pendapatan, laba, manajemen, sampai prospek bisnisnya tetap sama seperti sebelumnya. Jadi, jangan mengira perusahaan jadi lebih bagus hanya karena melakukan stock split.

Baca juga: Apa Itu Rights Issue? Ini Pengertian dan Dampaknya bagi Investor

Stock split adalah strategi perusahaan untuk membuat harga saham terlihat lebih terjangkau dan meningkatkan aktivitas perdagangan, tanpa mengubah nilai perusahaan itu sendiri.

Bagi investor, jumlah saham memang bertambah setelah split, tapi nilai investasinya sebenarnya tetap sama.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mandiri Sekuritas

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU