Rabu, 04 MARET 2026 • 17:41 WIB

Apa Itu Rights Issue? Ini Pengertian dan Dampaknya bagi Investor

Author

Ilustrasi rights issue. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Dalam pasar modal, istilah rights issue atau HMETD (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) sering muncul dan terkadang membuat investor gelisah.

Sebagian langsung panik takut nilai sahamnya turun, namun ada juga yang justru melihat ini sebagai momen untuk menambah keuntungan. Semua balik lagi ke seberapa paham investor membaca situasinya.

Baca juga: Apa Bank Run? Ini Definisi, Faktor Penyebab, dan Efeknya pada Ekonomi

Apa Itu Rights Issue?

Rights issue adalah hak yang diberikan perusahaan kepada pemegang saham lama untuk membeli saham baru dengan harga yang biasanya lebih murah dari harga pasar. Tujuan utamanya adalah menambah modal perusahaan.

Di Indonesia, mekanisme ini dikenal sebagai HMETD dan diatur oleh Otoritas Jasa Keuangan serta berlangsung di Bursa Efek Indonesia.

Bagi investor, rights issue penting dipahami karena bisa memengaruhi jumlah kepemilikan saham dan nilai investasi secara keseluruhan.

Tujuan Perusahaan Melakukan Rights Issue

Perusahaan biasanya tidak asal menerbitkan saham baru, karena ada beberapa alasan strategis di balik keputusan ini.

Baca juga: Apa Itu Investasi Obligasi? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya untuk Pemula

1. Menambah Modal

Ini cara perusahaan menghimpun dana segar dari pemegang saham lama. Modal tambahan dibutuhkan agar kondisi keuangan tetap sehat dan operasional berjalan lancar.

2. Ekspansi Bisnis

Rights issue sering dipakai untuk mendukung pertumbuhan usaha, misalnya membuka cabang baru, memperluas kapasitas produksi, atau masuk ke lini bisnis baru.

3. Melunasi Utang

Dana hasil HMETD juga bisa digunakan untuk membayar kewajiban utang. Dengan beban bunga yang berkurang, kondisi keuangan perusahaan bisa jadi lebih stabil ke depannya.

Dampak Rights Issue bagi Investor

Rights issue bukan hanya berdampak ke perusahaan, tapi juga langsung terasa ke pemegang saham.

1. Dilusi Saham

Kalau investor tidak ikut menebus rights, persentase kepemilikannya bisa terdilusi. Artinya, porsi kepemilikan di perusahaan mengecil karena jumlah saham beredar bertambah.

2. Peluang Beli Saham di Harga Khusus

Investor lama dapat kesempatan beli saham baru dengan harga lebih rendah dari pasar. Ini bisa jadi peluang menambah kepemilikan dengan modal lebih hemat, apalagi kalau prospek perusahaan dinilai bagus.

Baca juga: Apa Itu UMA Saham? Ini Arti dan Langkah yang Perlu Dilakukan Investor

3. Pengaruh ke Harga Saham

Setelah rights issue diumumkan, harga saham biasanya bergerak menyesuaikan. Bisa naik, bisa juga turun, tergantung respons pasar dan seberapa optimistis investor terhadap rencana perusahaan.

Rights issue bukan selalu kabar buruk atau kabar baik, karena semua tergantung kondisi perusahaan dan strategi investasimu.

Selama paham mekanismenya dan membaca prospeknya dengan jernih, rights issue bisa jadi momen evaluasi, mau tambah posisi, ambil untung cepat, atau cukup bertahan sesuai rencana awal.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mandiri Sekuritas

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU