Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 04 MARET 2026 • 13:40 WIB

Pemerintah Buka Peluang Impor Bioetanol dari AS untuk Tutup Kebutuhan Dalam Negeri

Pemerintah Buka Peluang Impor Bioetanol dari AS untuk Tutup Kebutuhan Dalam NegeriMenteri ESDM Bahlil Lahadalia didampingi Anggota Dewan Energi Nasional (DEN) Satya Widya Yudha (kiri) di kantor Kementerian ESDM, Jakarta. (ANTARA FOTO-Muhammad Adimaja)

INDOZONE.ID - Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyatakan pemerintah membuka peluang impor bioetanol dari Amerika Serikat, guna menutup selisih antara kebutuhan domestik dan produksi dalam negeri.

“Untuk impor etanol ini, apabila antara kebutuhan kita dan produksi kita itu kurang. Misalkan produksi kita 10, kebutuhan kita 20, 10-nya bisa impor, salah satunya dari Amerika,” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Rabu (4/3/20256).

Bahlil menjelaskan, bioetanol yang diimpor untuk kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) harus memiliki kadar kemurnian 99,9 persen. Spesifikasi tersebut diperlukan agar tidak menimbulkan perdebatan terkait standar bahan bakar yang digunakan.

Selain untuk campuran BBM, etanol impor juga dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan industri lain seperti kosmetik dan bahan baku industri.

Baca juga: Porsi Etanol pada BBM Dinilai Harus Ditambah agar Anggaran Bisa Dialokasi ke Tempat Lain

Untuk penggunaan di sektor non-energi, Bahlil menyebut spesifikasi etanol akan disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing industri.

“Dan itu tergantung dari spesifikasi pabrik dan kebutuhan industri apa yang mereka akan pakai,” katanya.

Dukung Program Bioetanol Nasional

Pemerintah sebelumnya membuka peluang impor etanol sebagai bagian dari strategi pengembangan energi bersih melalui program pencampuran bioetanol secara bertahap pada BBM.

Baca juga: Pengamat Nilai Etanol dalam BBM Jadi Kunci Lepas Ketergantungan Impor BBM

Program tersebut direncanakan dimulai dengan implementasi E5 pada 2028 dan meningkat menjadi E10 pada 2030, dengan target jangka panjang menuju E20, bergantung pada kesiapan produksi domestik, distribusi, serta infrastruktur pendukung.

Untuk mendukung masa transisi tersebut, pemerintah juga membuka peluang kerja sama perdagangan dengan berbagai mitra internasional, termasuk Amerika Serikat, melalui skema Agreement of Reciprocal Trade (ART).

Meski demikian, pemerintah menegaskan kebijakan impor akan dilakukan secara terukur sesuai kebutuhan domestik, sembari terus memperkuat kapasitas produksi bioetanol dalam negeri agar industri energi terbarukan nasional dapat berkembang secara berkelanjutan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: ANTARA

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pemerintah Buka Peluang Impor Bioetanol dari AS untuk Tutup Kebutuhan Dalam Negeri

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!