Ilustrasi campuran etanol pada BBM. (Dok. Antara)
INDOZONE.ID - Pemerintah diketahui saat ini tengah menggencarkan etanol dalam campuran bahan bakar minyak (BBM) dengan tujuan swasembada energi.
Sejumlah pihak menilai, langkah ini bisa melepas ketergantungan Indonesia terhadap impor BBM, namun dengan syarat tertentu.
Dosen Program Doktor Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Bandung (FEB Unisba), Prof Ima Amaliah merespon baik langkah pemerintah dalam hal penggunaan etanol pada BBM. Dia menilai, hal ini berguna untuk jangka panjang.
Baca juga: Pertamina Pastikan Kargo BBM Untuk SPBU Swasta Tiba Hari Ini
"Saya sangat mengapresiasi langkah pemerintah saat ini. Ini bukan hanya soal teknologi energi, tetapi soal visi jangka panjang. Kalau bisa konsisten, Indonesia akan benar-benar mandiri," kata Ima seperti dikutip pada Sabtu (11/10/2025).
Ia menilai, program penggunaan etanol saat ini menjadi momentum penting untuk memperbaiki ketergantungan Tanah Air terhadap impor BBM.
"Kita harus memproduksi sendiri. Jangan sampai ekspor minyak mentah murah tapi impor BBM mahal. Inisiatif seperti etanol justru membantu memperkuat kemandirian energi nasional," tutur Ima.
Senada dengan Ima, Guru Besar Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara Institut Teknologi Bandung (ITB), Tri Yus Widjajanto mengatakan penggunaan etanol dapat membantu menekan ketergantungan impor BBM yang selama ini mencapai lebih dari 45 persen kebutuhan nasional.
"Ini langkah strategis untuk membangun kemandirian energi berbasis sumber daya dalam negeri. Pemerintah tinggal memastikan kesinambungan pasokan bahan baku dan infrastruktur distribusinya," kata Tri.
Baca juga: Pasokan BBM Shell dan BP-AKR Menipis, Kementerian ESDM Dorong Kerja Sama dengan Pertamina
Lebih jauh, Tri membahas terkait dampak etanol di BBM pada kendaraan. Dia menyebut kendaraan akan baik asal penggunaan etanol itu sendiri tepat.
“Etanol dari tebu, jagung, atau singkong itu tidak hanya ramah lingkungan, tapi juga memperkuat rantai pasok energi domestik. Selama kadar etanolnya diatur dengan benar, kendaraan tidak akan mengalami masalah teknis berarti,” pungkas Tri.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan