Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Selasa, 11 NOVEMBER 2025 • 19:02 WIB

Porsi Etanol pada BBM Dinilai Harus Ditambah agar Anggaran Bisa Dialokasi ke Tempat Lain

Porsi Etanol pada BBM Dinilai Harus Ditambah agar Anggaran Bisa Dialokasi ke Tempat LainIlustrasi isi bensin. (Freepik) (Freepik)

INDOZONE.ID - Pemerintah tengah menjalankan program mengurangi emisi karbon, salah satunya dengan cara campuran etanol pada bahan bakar, yakni Pertamax Green 95. Dinilai, porsi langkah tersebut harus ditambah dengan tujuan anggaran dialokasikan ke hal yang lebih produktif lagi.

Hal tersebut dibeberkan oleh sejumlah pakar akademisi di Medan, Sumatera Utara (Sumut). Ekonom dari Universitas Islam Sumatera Utara (UISU), Gunawan Benjamin, mengatakan peningkatan penggunaan etanol berpeluang besar menekan impor energi yang selama ini membebani fiskal.

“Jika etanol ditambah porsinya maka kebutuhan impor energi kita itu akan berkurang," kata Gunawan, Selasa (11/11/2025).

Oleh sebab itu, jika kebutuhan impor energi berkurang, Gunawan mengungkapkan pemerintah bisa memanfaatkan anggaran impor energi ke hal yang lebih produktif.

Baca juga: Anggaran Kemenkeu Senilai Rp52,02 Triliun Dapat Lampu Hijau dari Komisi XI DPR

"Ada alokasi anggaran yang bisa digunakan untuk hal yang lebih produktif lainnya,” ujarnya.

Di sisi lain, penggunaan etanol dalam BBM sendiri dinilainya juga bermanfaat untuk masyarakat di kelas bawah, tidak hanya sekedar perusahaan saja.

"Pengembangan etanol itu bukan hanya bicara mengenai industri yang terlibat. Ada loh masyarakat yang kembali bergairah untuk menanam tanaman-tanaman yang menghasilkan yang bisa dijadikan etanol," kata Gunawan.

Pakar energi Universitas Sumatera Utara (USU), Warjio, menilai kebijakan pemerintah untuk menaikkan campuran etanol dalam BBM, merupakan upaya strategis mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil.

"Tambahan 10 persen etanol di BBM dalam satu tahun ke depan saya kira itu bisa dicapai. Dengan tentu saja keseriusan pemerintah, dukungan pendanaan yang kuat," kata Warjio.

Warjio mendorong agar Sumut bisa menjadi opsi pemerintah untuk dijadikan lumbung bahan dasar etanol, seperti di Jawa Timur (Jatim). Akan tetapi, itu harus dibantu dengan penelitian dan pembangunan sumber daya yang cukup.

Baca juga: Kemenperin Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,46 triliun untuk 222 Program Strategis

"Research center and development kita harus kuatkan. Selama ini kan mungkin lumbungnya hanya di area tertentu, tapi dengan penguatan research center development ini bisa akan terungkap sumber-sumber lain dari daerah lain," jelas Warijo.

"Sehingga memungkinkan sumber itu dieksplorasi dan kepentingan negara serta masyarakat, jadi bukan di satu tempat tertentu dikuatkan dengan partnership dengan universitas yang ada. Saya kira itu harus diperbanyak,” sambungnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Porsi Etanol pada BBM Dinilai Harus Ditambah agar Anggaran Bisa Dialokasi ke Tempat Lain

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!