Sabtu, 28 FEBRUARI 2026 • 13:40 WIB

Apa Itu Investasi Obligasi? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya untuk Pemula

Author

Ilustrasi Investasi Obligasi. (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Lagi mulai tertarik investasi tapi masih ingin yang lebih ramah pemula dibanding saham? Nah, obligasi bisa jadi opsi yang patut kamu lirik.

Instrumen ini sering disebut-sebut cocok untuk pemula karena mekanismenya relatif simpel dan risikonya cenderung lebih terukur.

Agar kamu nggak hanya ikut-ikutan tren, yuk pahami dulu sebenarnya apa itu investasi obligasi dan bagaimana cara kerjanya.

Baca juga: Apa Itu Mutasi Rekening? Ini Pengertian, Fungsi, dan Bedanya dengan Rekening Koran

Apa Itu Investasi Obligasi?

Investasi obligasi adalah aktivitas meminjamkan uang ke penerbit, bisa pemerintah atau perusahaan dalam jangka waktu tertentu.

Sebagai gantinya, kamu akan dapat imbal hasil berupa bunga rutin yang biasanya disebut kupon, hingga dana pokok akan dikembalikan saat jatuh tempo.

Di Indonesia, obligasi pemerintah yang cukup populer misalnya Obligasi Ritel Indonesia (ORI) dan Savings Bond Ritel (SBR). Selain itu, ada juga obligasi korporasi yang diterbitkan perusahaan swasta untuk kebutuhan ekspansi atau operasional bisnis.

Jadi, alih-alih beli kepemilikan perusahaan seperti di saham, di obligasi kamu posisinya sebagai pemberi pinjaman.

Cara Kerja Investasi Obligasi

Kamu cukup membeli obligasi, lalu dana itu dipakai penerbit untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pembiayaan proyek sampai pengembangan usaha.

Sebagai imbalannya, penerbit janji akan membayar kupon secara rutin sesuai periode yang ditentukan (bulanan atau tahunan, tergantung jenisnya). Setelah masa obligasi selesai, dana pokok kamu akan dikembalikan penuh.

Baca juga: Memahami Demand dalam Bisnis: Pengertian, Faktor yang Memengaruhi dan Contohnya

Contohnya, kamu beli obligasi Rp10.000.000 dengan kupon 6% per tahun selama tiga tahun. Artinya, setiap tahun kamu dapat Rp600.000. Setelah tiga tahun, Rp10.000.000 tadi dikembalikan utuh. Simpel dan lebih terprediksi dibanding fluktuasi saham yang bisa naik-turun.

Keunggulan Investasi Obligasi

Untuk kamu yang mencari instrumen lebih stabil, ini beberapa alasan kenapa obligasi menarik

1. Penghasilan Tetap dari Kupon

Kamu dapat bunga rutin sesuai jadwal, hingga banyak orang menjadikan obligasi sebagai sumber passive income karena arus kasnya relatif stabil.

2. Risiko Lebih Rendah

Harga obligasi umumnya nggak sefluktuatif saham, cocok untuk kamu yang nggak nyaman lihat portofolio naik-turun ekstrem setiap hari.

3. Bisa Dijual di Pasar Sekunder

Kalau butuh dana sebelum jatuh tempo, beberapa jenis obligasi bisa dijual lagi di pasar sekunder, jadi tetap ada unsur likuiditas.

Baca juga: ARB Saham dalam Pasar Modal, Ini Penyebab dan Dampaknya bagi Investor

4. Bantu Diversifikasi Portofolio

Campuran saham dan obligasi membuat portofolio lebih seimbang. Saat pasar saham lagi nggak stabil, obligasi bisa jadi penahan risiko.

5. Cocok untuk Profil Konservatif

Untuk investor dengan profil risiko konservatif sampai moderat, obligasi sering jadi pilihan aman untuk jangka menengah hingga panjang.

Risiko yang Tetap Perlu Diperhatikan

Walau terkesan aman, obligasi tetap punya risiko.

1. Risiko Suku Bunga

Kalau suku bunga naik, harga obligasi lama bisa turun, karena investor cenderung berpindah ke obligasi baru yang bunganya lebih tinggi.

2. Risiko Gagal Bayar

Risiko ini lebih sering terjadi di obligasi korporasi. Kalau perusahaan penerbit bermasalah, ada risiko telat atau gagal membayar kupon dan pokok.

Baca juga: Mau Mulai Usaha? Ini 7 Ide Bisnis Online yang Ramah untuk Pemula

3. Risiko Likuiditas

Nggak semua obligasi ramai diperdagangkan. Ada yang agak susah dijual sebelum jatuh tempo, jadi pastikan dana yang dipakai memang bukan untuk kebutuhan mendesak.

Obligasi itu cocok untuk kamu yang ingin investasi lebih tenang dengan imbal hasil yang relatif stabil. Tapi sebelum beli, kamu tetap harus pahami produk dan risikonya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mandiri Sekuritas

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU