Senin, 09 FEBRUARI 2026 • 13:20 WIB

Apa Itu Rating Moody's? Ini Fungsi dan Pengaruhnya bagi Perekonomian Indonesia

Author

ilustrasi moodys rating (Instagaram/sayakaya) 

INDOZONE.ID - Pernah dengar istilah rating Moody’s tapi bingung artinya apa? Sebenarnya, rating ini berperan penting dalam menilai kesehatan finansial suatu negara atau perusahaan. 

Angka dan kategori yang diberikan bisa mempengaruhi keputusan investor, biaya pinjaman, bahkan perekonomian secara keseluruhan.

Nah, untuk Indonesia, perubahan rating Moody’s sering jadi sorotan karena dampaknya terasa luas, mulai dari investasi hingga nilai tukar rupiah.

Jadi memahami apa itu rating Moody’s dan fungsinya membantu melihat gambaran ekonomi lebih jelas. Yuk, simak penjelasannya!

Apa Itu Rating Moody’s

Moody’s Ratings merupakan salah satu lembaga pemeringkat kredit terbesar di dunia, sejajar dengan Standard & Poor’s (S&P) dan Fitch Ratings.

Lembaga ini memberikan opini independen mengenai kemampuan suatu negara atau perusahaan dalam memenuhi kewajiban utangnya. 

Peringkat Moody’s menggunakan skala mulai dari Aaa (risiko paling rendah) hingga C (risiko gagal bayar sangat tinggi).

Bagi investor global, rating ini menjadi acuan utama untuk menilai tingkat keamanan dan risiko investasi, khususnya pada obligasi dan instrumen keuangan jangka panjang.

Fungsi dan Indikator Penilaian Moody’s

Rating yang dikeluarkan Moody’s tidak muncul secara acak, melainkan berdasarkan analisis mendalam terhadap berbagai indikator.

Beberapa faktor utama yang dinilai, meliputi kekuatan fiskal negara, stabilitas ekonomi, keberlanjutan utang, kualitas kelembagaan, serta konsistensi dan prediktabilitas kebijakan.

Baca juga: Rupiah Melemah Imbas Moody’s Revisi Outlook Indonesia, Berapa Nilainya?

Dalam kasus Indonesia, Moody’s menyoroti beberapa hal, yaitu meningkatnya risiko fiskal, menurunnya kepastian kebijakan, serta indikasi pelemahan tata kelola.

Perubahan outlook menjadi negatif menandakan adanya potensi penurunan peringkat, jika kondisi tersebut tidak membaik dalam 12-18 bulan ke depan.

Fungsi utama moody's adalah mengukur risiko kredit dari obligasi pemerintah maupun swasta, menggunakan skala standar (Aaa hingga C).

Pengaruh Peringkat Kredit terhadap Perekonomian Indonesia, Pasar Keuangan, dan Pergerakan IHSG

Penurunan outlook dari Moody’s berdampak langsung pada sentimen pasar. Investor jadinya cenderung lebih berhati-hati karena risiko dinilai meningkat, sehingga biaya utang pemerintah berpotensi naik akibat tuntutan imbal hasil yang lebih tinggi.

Dampaknya juga merembet ke sektor perbankan besar seperti Bank Mandiri, BRI, BNI, BCA, dan BTN yang ikut mendapat sorotan.

Tekanan ini diperparah oleh langkah MSCI yang mempertimbangkan penurunan status pasar modal Indonesia serta keputusan Goldman Sachs dan UBS, yang memangkas bobot saham Indonesia menjadi underweight.

Kombinasi sentimen tersebut memicu aksi jual dan membuat IHSG sempat tertekan, meski sebelumnya sempat melonjak tajam dalam waktu singkat.

Apa Artinya bagi Investor Pemula?

Bagi investor pemula, kondisi ini menjadi pengingat penting bahwa pasar saham sangat dipengaruhi faktor global dan kepercayaan investor.

Rating Moody’s bukan berarti ekonomi Indonesia langsung memburuk, tetapi menjadi sinyal untuk lebih selektif dan berhati-hati.

Baca juga: Saham Suspend: Ketika Perdagangan Dihentikan Sementara dan Bikin Investor Deg-degan

Fokus pada saham dengan fundamental kuat, tata kelola yang baik, serta manajemen risiko yang jelas, menjadi langkah bijak di tengah volatilitas.

Memahami konteks rating kredit membantu investor mengambil keputusan yang lebih rasional, bukan sekadar ikut arus sentimen pasar.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Perpusnas

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU