INDOZONE.ID - Belakangan ini, investasi saham makin sering dibahas di media sosial. Dari konten edukasi, podcast keuangan, sampai obrolan tongkrongan, saham jadi topik yang nggak lagi terasa eksklusif. Tapi di balik semua itu, masih banyak orang yang bingung soal satu hal penting yaitu sekuritas.
Padahal, sebelum beli saham pertama, sekuritas adalah hal paling dasar yang harus dipahami. Tanpa sekuritas, mau punya modal berapa pun, kamu tetap nggak bisa masuk ke pasar saham.
Nah, biar nggak makin bingung, artikel ini bakal ngebahas tuntas apa itu sekuritas, jenis-jenisnya, contoh perusahaan sekuritas resmi, sampai tips memilih sekuritas yang cocok buat investor pemula dilansir dari YouTube @Saham dari Nol.
Baca juga: Value Investing Bukan Sekadar Nabung Saham, Ini Strategi Jangka Panjang ala Investor!
Pengertian Sekuritas dalam Dunia Investasi
Secara sederhana, sekuritas adalah perusahaan perantara yang menghubungkan investor dengan Bursa Efek Indonesia. Kalau diibaratkan, sekuritas itu seperti “pintu masuk” buat kamu yang mau beli dan jual saham.
Investor nggak bisa langsung transaksi ke bursa tanpa lewat sekuritas. Semua aktivitas beli dan jual saham harus difasilitasi oleh perusahaan sekuritas yang sudah terdaftar resmi. Jadi, setiap kali kamu klik tombol beli atau jual di aplikasi saham, sebenarnya transaksi itu sedang diproses oleh sekuritas.
Makanya, memilih sekuritas bukan sekadar soal aplikasi yang keren, tapi juga soal keamanan dan kenyamanan jangka panjang.
Fungsi Sekuritas untuk Investor
Peran sekuritas nggak cuma jadi perantara jual beli saham. Ada beberapa fungsi penting yang sering luput dari perhatian investor pemula.
Pertama, sekuritas menyediakan sistem transaksi. Mulai dari aplikasi, laporan portofolio, sampai riwayat transaksi, semuanya difasilitasi oleh sekuritas.
Kedua, sekuritas membantu administrasi investor. Saat kamu buka akun saham, sekuritas yang akan mengurus pembukaan Rekening Dana Investor atau RDI, termasuk integrasinya dengan bank.
Ketiga, sekuritas memberi akses ke produk investasi lain. Selain saham, biasanya tersedia reksa dana, obligasi, hingga ETF, tergantung layanan masing-masing perusahaan.
Jenis Perusahaan Sekuritas di Indonesia
Di Indonesia, perusahaan sekuritas secara umum terbagi menjadi beberapa jenis berdasarkan izin usahanya.
Ada sekuritas sebagai perantara pedagang efek. Ini adalah jenis sekuritas yang paling umum digunakan investor ritel untuk jual beli saham harian.
Ada juga sekuritas penjamin emisi efek, yang biasanya berperan dalam proses IPO atau penawaran saham perdana.
Beberapa perusahaan sekuritas punya izin lengkap, artinya bisa jadi perantara transaksi sekaligus penjamin emisi. Namun untuk investor pemula, fokus utamanya cukup ke fungsi perantara perdagangan efek.
Cara Daftar Sekuritas yang Sekarang Makin Simpel
Dulu, buka akun sekuritas identik dengan ribet. Harus cetak formulir, kirim berkas, dan nunggu lama. Sekarang, prosesnya jauh lebih praktis.
Hampir semua sekuritas sudah menyediakan pendaftaran online. Calon investor cukup mengisi data diri, upload KTP, NPWP kalau ada, dan buku tabungan. Proses verifikasi biasanya memakan waktu beberapa hari hingga satu minggu.
Setelah akun aktif, investor akan mendapatkan RDI atau Rekening Dana Investor. Rekening ini terpisah dari tabungan pribadi dan hanya digunakan untuk transaksi saham.
Variasi Setoran Awal yang Perlu Diketahui
Salah satu hal yang sering bikin ragu pemula adalah setoran awal. Banyak yang mengira investasi saham butuh modal besar, padahal sekarang sudah jauh lebih terjangkau.
Setiap sekuritas punya kebijakan berbeda soal minimal deposit. Ada yang mensyaratkan Rp100.000 saja, seperti Indo Premier. Ada juga yang menetapkan setoran awal Rp1 juta sampai Rp2 juta.
Beberapa sekuritas besar seperti Mirae Asset memang menetapkan deposit awal cukup tinggi, sekitar Rp10 juta, tapi ada keringanan khusus untuk mahasiswa. Intinya, modal kecil bukan lagi alasan buat nggak mulai investasi saham.
Baca juga: Strategi DCA dalam Saham: Cara Santai tapi Konsisten Bangun Investasi Jangka Panjang
Biaya Transaksi yang Perlu Dipahami
Selain modal, investor juga perlu paham soal biaya transaksi atau fee. Setiap kali beli atau jual saham, akan ada potongan biaya dari sekuritas.
Rata-rata fee beli berada di kisaran 0,15 persen sampai 0,19 persen. Sementara fee jual biasanya sedikit lebih tinggi, sekitar 0,25 persen sampai 0,29 persen.
Sekilas terlihat kecil, tapi tetap penting diperhitungkan, terutama buat trader yang sering transaksi. Meski begitu, untuk investor pemula yang fokus belajar dan investasi jangka panjang, fee bukan faktor utama yang harus ditakuti.
NPWP: Wajib atau Tidak?
Pertanyaan soal NPWP juga sering muncul. Kabar baiknya, sebagian besar sekuritas menjadikan NPWP sebagai syarat opsional.
Kalau belum punya NPWP, biasanya calon investor diminta mengisi surat pernyataan tidak memiliki NPWP. Namun, ada juga sekuritas tertentu yang mewajibkan NPWP, seperti Mandiri Sekuritas.
Buat pemula, hal ini penting dicek sejak awal supaya nggak kaget di tengah proses pendaftaran.
Daftar Sekuritas Resmi yang Terdaftar di OJK dan BEI
Di Indonesia, ada hampir 100 perusahaan sekuritas yang terdaftar resmi di Bursa Efek Indonesia. Beberapa nama yang cukup populer antara lain Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas, BCA Sekuritas, Mirae Asset, Indo Premier, dan masih banyak lagi.
Cara paling aman untuk memastikan legalitas sekuritas adalah dengan mengeceknya langsung di website resmi Bursa Efek Indonesia. Selama terdaftar di sana, berarti sekuritas tersebut berada di bawah pengawasan OJK.
Tips Memilih Sekuritas yang Tepat untuk Pemula
Buat investor pemula, memilih sekuritas sebaiknya nggak asal ikut-ikutan. Ada beberapa hal yang bisa dijadikan pertimbangan.
Pertama, perhatikan setoran awal. Pilih yang sesuai dengan kemampuan modal, supaya investasi terasa ringan dan nggak bikin stres.
Kedua, cek kemudahan aplikasi. Aplikasi yang user-friendly bakal sangat membantu proses belajar, terutama buat yang baru pertama kali beli saham.
Ketiga, lihat biaya transaksi. Pilih fee yang masuk akal dan transparan, tanpa biaya tersembunyi.
Keempat, pastikan sekuritas resmi dan terdaftar di BEI. Ini poin paling penting soal keamanan dana.
Investor Boleh Punya Lebih dari Satu Sekuritas
Hal menarik lainnya, investor boleh punya lebih dari satu akun sekuritas. Nggak ada aturan yang melarang hal ini.
Banyak investor memanfaatkan beberapa sekuritas sekaligus, misalnya satu untuk investasi jangka panjang, satu lagi untuk trading. Selama semua resmi dan terdaftar, hal ini sah-sah saja.
Baca juga: Mengenal Istilah-Istilah Dalam Saham yang Wajib Dipahami Investor Pemula Biar Nggak Salah Langkah
Sekuritas adalah pintu utama buat masuk ke dunia investasi saham. Tanpa sekuritas, investor nggak bisa melakukan transaksi apa pun di bursa.
Dengan pendaftaran yang makin mudah, setoran awal yang terjangkau, dan banyak pilihan perusahaan resmi, investasi saham sekarang jauh lebih inklusif. Kuncinya ada di pemahaman dan keberanian untuk memulai.
Kalau masih ragu, mulai saja dari nominal kecil sambil belajar. Yang penting, pilih sekuritas yang aman, resmi, dan sesuai kebutuhan. Dari situ, langkah investasi bisa berkembang pelan-pelan tapi pasti.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube