Ilustrasi Mengenal Istilah Dalam Saham. (Freepik)
INDOZONE.ID - Dunia saham memang kelihatan seru, tapi buat pemula, tampilannya sering bikin dahi berkerut. Banyak istilah asing yang sliweran di layar aplikasi trading, mulai dari ARA, ARB, sampai HK dan HAKI yang kedengarannya seperti bahasa kode.
Padahal, paham istilah dasar ini penting banget supaya kamu nggak asal beli atau jual saham.
Lewat pembahasan dari YouTube @Ruang Saham, ada beberapa istilah saham yang paling sering dipakai oleh investor dan trader saat membaca kondisi market.
Kalau kamu pengin mulai investasi dengan lebih santai tapi tetap paham arah, yuk kenalan satu per satu dengan istilah-istilah saham berikut ini!
Baca juga: 7 Tanda Harga Emas Akan Naik, Sinyal Penting Buat Kamu yang Lagi Nimbang Investasi
Dalam satu hari perdagangan, harga saham nggak bisa naik atau turun sesuka hati. Di sinilah peran ARA dan ARB. ARA atau Auto Reject Atas adalah batas maksimal kenaikan harga saham dalam satu hari.
Kalau sebuah saham sudah menyentuh batas ini, harganya nggak bisa naik lagi sampai hari berikutnya. Sebaliknya, ARB atau Auto Reject Bawah adalah batas maksimal penurunan harga saham.
Kalau sudah kena ARB, saham tersebut nggak bisa turun lagi di hari yang sama. Besaran ARA dan ARB ini beda-beda, ada yang 20 persen, 25 persen, sampai 35 persen, tergantung harga sahamnya.
Tujuannya jelas, biar pergerakan harga tetap wajar dan nggak bikin investor panik berlebihan.
Istilah liquid sering banget muncul di dunia investasi. Aset liquid artinya aset yang gampang dicairkan jadi uang tunai.
Dalam konteks saham, liquid berarti saham tersebut ramai diperdagangkan. Banyak yang antre beli dan jual, jadi kamu nggak susah kalau mau keluar masuk posisi.
Kebalikannya adalah saham illiquid. Saham jenis ini jarang diperdagangkan, antrean bid dan offer-nya tipis, bahkan kadang sepi.
Risiko saham illiquid biasanya lebih tinggi karena bisa susah dijual saat kamu butuh uang atau mau cut loss.
Saat buka aplikasi saham, kamu pasti lihat dua kolom penting bernama bid dan offer. Bid adalah antrean harga beli, alias harga yang siap dibayarkan investor untuk membeli saham. Semakin tinggi harga di bid, berarti pembeli makin agresif.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube