Ilustrasi Value Investing. (Freepik)
INDOZONE.ID - Di tengah maraknya tren trading cepat dan konten cuan instan, value investing justru datang dengan pendekatan yang berlawanan.
Strategi ini mengajak investor untuk lebih sabar, rasional, dan berpikir jauh ke depan. Bukan soal tebak grafik harian atau ikut-ikutan hype, tapi soal memahami nilai sebuah perusahaan dan menahannya dalam jangka panjang.
Konsep value investing kembali ramai dibahas setelah banyak investor senior menegaskan, strategi ini tetap relevan, bahkan puluhan tahun ke depan.
Salah satu yang sering membahasnya adalah, Timothy Ronald melalui kanal YouTube-nya, dengan gaya yang lugas dan mudah dipahami pemula.
Dari sana, value investing terlihat bukan sebagai ilmu ribet, tapi sebagai pola pikir dalam mengelola uang.
Baca juga: 9 Tanaman yang Bisa Jadi Penyelamat Finansial Saat Krisis Pangan, Wajib Dicoba di Rumah!
Value investing adalah strategi investasi jangka panjang, yang fokus membeli saham perusahaan berdasarkan nilai intrinsiknya.
Artinya, investor membeli saham karena percaya pada kualitas bisnisnya, bukan karena harga sedang naik atau grafik terlihat menarik.
Dalam value investing, saham dipandang sebagai kepemilikan atas perusahaan nyata. Di balik satu lembar saham, ada bisnis yang beroperasi, punya karyawan, produk, dan menghasilkan laba.
Jadi, keputusan membeli saham, sama seperti keputusan membeli sebagian bisnis.
Pendekatan ini berbeda jauh dengan trading. Value investor tidak mengejar untung cepat, tapi pertumbuhan nilai perusahaan dari waktu ke waktu.
Salah satu alasan utama orang masuk ke dunia investasi adalah untuk melawan inflasi. Menabung saja tidak cukup, karena nilai uang terus tergerus setiap tahun.
Di sinilah compounding interest atau bunga berbunga memainkan peran besar.
Compounding bekerja ketika keuntungan yang didapat kembali diinvestasikan, lalu menghasilkan keuntungan baru.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube