Senin, 26 JANUARI 2026 • 08:30 WIB

Kemenperin Dorong Pasokan Susu UHT untuk MBG, Ultrajaya Investasi Rp1,14 T

Author

Kemenperin dorong pasokan susu UHT untuk MBG lewat investasi Ultrajaya Rp1,14 triliun. (Dok. Humas Kemenperin)

INDOZONE.ID - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) memastikan kesiapan industri pengolahan susu nasional untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk memperkuat produksi susu UHT.

Salah satunya menggandeng PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk yang menggelontorkan investasi Rp1,14 triliun.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, industri susu punya posisi krusial dalam agenda pangan bergizi nasional. Terutama ketika MBG mulai membutuhkan pasokan besar dan konsisten.

“Industri pengolahan susu nasional harus mampu menjawab kebutuhan program MBG, baik dari sisi kapasitas produksi, kualitas produk, maupun keberlanjutan pasokan bahan baku. Pemerintah memacu industri untuk terus berinvestasi dan bermitra dengan peternak dalam negeri,” kata Agus pernyataannya dikutip Indozone, Senin (26/1/2026).

Baca juga: WEF Davos 2026 Jadi Panggung Kemenperin Perkuat Industri Nasional

Investasi Ultrajaya Rp1,14 T untuk Perkuat Produksi

PT Ultrajaya Milk Industry & Trading Company Tbk, menanamkan investasi baru senilai Rp1,14 triliun untuk memperkuat pasokan susu UHT bagi program MBG.

Ultrajaya telah mengoperasikan pabrik baru di Kawasan Industri MM 2100, Cibitung, Kabupaten Bekasi, sejak 8 Desember 2025. Fasilitas ini dirancang khusus untuk mendukung kebutuhan MBG dengan skala produksi besar.

Baca juga: Dorong Swasembada Pangan, Kemenperin Perkuat Industri Pati Ubi Kayu

Pabrik tersebut memiliki tiga lini produksi susu UHT berukuran 125 ml dan 200 ml. Penambahan lini produksi lanjutan dijadwalkan mulai beroperasi pada Maret 2026.

Teknologi Industri 4.0

Bukan sekadar soal kapasitas, Ultrajaya juga mengandalkan teknologi industri 4.0 untuk menjaga efisiensi dan kualitas.

Plt. Direktur Jenderal Industri Agro, Putu Juli Ardika, menyebut transformasi digital ini memberi dampak nyata.

“Penerapan teknologi industri 4.0 terbukti dapat meningkatkan efisiensi, menghemat energi, meningkatkan produktivitas dan daya saing, serta menjaga kualitas produk,” ujarnya.

Beberapa teknologi yang diterapkan antara lain Automated Guided Vehicle (AGV), autopilot forklift, Manufacturing Execution System (MES), hingga sistem gudang otomatis berbasis Automated Storage and Retrieval System (ASRS).

Aspek keberlanjutan juga ikut diperhitungkan. Pabrik Ultrajaya dilengkapi Waste Water Treatment Plant (WWTP) dengan sistem ultrafiltration.

Teknologi ini memungkinkan sebagian besar limbah cair diolah ulang dan dimanfaatkan kembali dalam proses produksi.

Efisien, sekaligus menekan dampak lingkungan.

Pendekatan ini sejalan dengan dorongan Kemenperin agar industri pangan tidak hanya produktif, tapi juga berkelanjutan.

Pasokan Susu Segar Diperkuat dari Hulu

Dari sisi hulu, Ultrajaya tak hanya mengandalkan pasar.

Perusahaan ini mengelola dua peternakan sapi perah di Bandung dan Sumatera Utara dengan total sekitar 7.000 ekor sapi.

Ke depan, Ultrajaya berencana menambah investasi untuk 4.000 ekor sapi perah tambahan.

Langkah ini ditujukan untuk memperkuat pasokan susu segar dalam negeri dan mengurangi ketergantungan impor.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Humas Kemenperin

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU