Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. (Dok. Humas Kemenperin)
INDOZONE.ID - World Economic Forum (WEF) Davos 2026 jadi panggung penting bagi Indonesia untuk menunjukkan arah baru industrialisasi.
Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan, investasi yang masuk ke tanah air harus berdampak nyata bagi penguatan industri nasional.
Kemenperin menekankan bahwa investasi bukan cuma soal dana, tapi juga soal transfer teknologi, pengetahuan, dan keterlibatan pelaku industri lokal.
Diharapkan industri Indonesia makin terhubung dengan rantai pasok global.
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan, kebijakan investasi industri Indonesia kini diarahkan untuk memperdalam struktur industri dalam negeri.
Pelaku industri nasional, termasuk industri kecil dan menengah (IKM), didorong ikut terlibat aktif.
“Investasi yang kami pacu adalah investasi yang membawa know-how, teknologi, dan keterlibatan pelaku industri lokal secara nyata,” ujar Agus Gumiwang Kartasasmita dalam keterangannya yang dikutip Indozone, Minggu (25/1/2026).
Baca juga: Dorong Swasembada Pangan, Kemenperin Perkuat Industri Pati Ubi Kayu
Menurutnya, Indonesia tidak ingin investasi yang berdiri sendiri tanpa keterkaitan dengan ekosistem industri nasional.
Setiap investasi diharapkan membuka jalan bagi produk dan pelaku lokal masuk ke jaringan produksi global.
Baca juga: Cetak Talenta Digital Industri, Kemenperin Gandeng China
Arah kebijakan Kemenperin ini sejalan dengan pesan Presiden Prabowo Subianto saat hadir di WEF Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss.
Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara yang stabil, kredibel, dan terbuka untuk kemitraan investasi jangka panjang.
Dalam forum tersebut, Presiden Prabowo juga menyoroti pembentukan sovereign wealth fund Danantara Indonesia. Instrumen ini diposisikan sebagai penggerak transformasi ekonomi dan percepatan industrialisasi nasional.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Humas Kemenperin