Senin, 20 OKTOBER 2025 • 19:32 WIB

Investor Wajib Tahu! 5 Sinyal yang Bisa Ungkap Kapan Bitcoin Sentuh Harga Tertinggi

Author

Ilustrasi bitcoin. (Freepik)

INDOZONE.ID - Bull market kripto kembali jadi sorotan. Setelah Bitcoin (BTC) naik hampir 800%, para investor mulai bersiap menyambut potensi puncak harga berikutnya. 

Banyak yang yakin kalau saat ini sudah berada di fase paling panas dari siklus bullish ini. Tapi, pertanyaannya kapan sebenarnya puncak harga Bitcoin akan terjadi?

Nah, biar nggak cuma ikut-ikutan hype, kamu wajib tahu 5 indikator utama yang sering digunakan para analis untuk membaca sinyal puncak harga Bitcoin. Yuk, bahas satu per satu!

Apa Itu Siklus 4 Tahun Bitcoin?

Dilansir dari Pintu Academy, bitcoin punya pola yang cukup konsisten sejak pertama kali diciptakan siklus empat tahunan. Pola ini dipengaruhi oleh peristiwa bernama halving, yaitu pemotongan hadiah bagi penambang Bitcoin setiap empat tahun sekali.

Efeknya? Suplai Bitcoin jadi makin langka, dan dalam beberapa bulan setelahnya, harga cenderung naik tajam. Kalau dirata-rata, bull market biasanya berlangsung sekitar 35 bulan, disusul bear marketselama setahun.

Baca juga: Blockchain: Teknologi di Balik Bitcoin yang Mengubah Keuangan

Artinya, jika siklus 2022–2026 mengikuti pola sebelumnya, tahun 2025 bisa jadi momen puncak harga Bitcoin, sekaligus musim panen besar-besaran bagi investor kripto. 

5 Indikator dan Sinyal Puncak Siklus

1. Grafik Harga Historis

Cara paling klasik adalah dengan melihat grafik harga historis. Berdasarkan pola sebelumnya, puncak harga Bitcoin biasanya terjadi di kuartal 4 tahun ketiga setelah halving. Jadi, kalau sejarah berulang, Oktober–November 2025 bisa jadi waktu emas untuk melihat Bitcoin menyentuh all time high baru.

2. Indikator MVRV-Z

MVRV-Z Score adalah indikator on-chain yang membandingkan harga pasar Bitcoin dengan nilai wajarnya (realized value). Jika nilainya di bawah 1 → BTC undervalued. Jika nilainya di atas 6 → BTC overvalued alias sudah di puncak.

Saat ini, MVRV-Z masih di angka 2 (per September 2025). Artinya? Masih banyak ruang buat Bitcoin naik lagi sebelum mencapai puncak! 

Baca juga: Mengapa Bitcoin Dianggap Tahan Inflasi? Ini Penjelasannya

3. Puell Multiple

Indikator ini memantau pendapatan para penambang Bitcoin. Ketika penghasilan penambang naik terlalu tinggi dibanding rata-rata tahunan, biasanya itu pertanda harga sudah terlalu panas.

Saat ini, garis Puell Multiple masih berada di tengah zona aman belum merah, belum tanda bahaya. Jadi, potensi kenaikan masih terbuka lebar.

4. Rainbow Chart

Sesuai namanya, Rainbow Chart menampilkan harga Bitcoin dalam bentuk kurva pelangi logaritmik yang menunjukkan fase sentimen pasar:

  • Biru – Hijau: harga murah (Buy Zone)
  • Kuning – Oranye: harga mulai mahal
  • Merah: puncak harga alias Bubble Zone

Saat ini, posisi BTC masih di sekitar warna kuning, yang berarti belum terlalu mahal tapi mulai panas. Kalau grafiknya mendekati merah, siap-siap, itu biasanya sinyal mendekati puncak.

5. Pi Cycle Top

Nah, ini indikator yang paling sering jadi acuan para analis. Pi Cycle Top Bitcoin adalah indikator sederhana yang menggabungkan dua Moving Average (MA) yaitu MA 111 hari dan MA 350 hari yang dikalikan dengan 2.

Pi Cycle Top Bitcoin merupakan sinyal puncak harga bitcoin yang paling banyak dipercaya karena beberapa kali telah berhasil memprediksi puncak harga Bitcoin. Saat ini, indikator ini menunjukkan kita belum mencapai puncak.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Pintu Academy

Author
TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU