INDOZONE.ID - Para investor pasti gak asing sama istilah arbitrase. Istilah ini merupakan strategi yang umum digunakan dalam dunia perdagangan, termasuk di pasar crypto.
Arbitrase bisa bikin kamu dapat keuntungan dari banyaknya perbedaan harga aset yang sama di dua pasar atau lebih. Orang yang melakukan strategi ini disebut sebagai arbitrageur.
Seorang arbitrageur harus cekatan dalam mengidentifikasi dan bertindak cepat atas perbedaan harga. Karena kesempatan untuk arbitrase sering kali hanya muncul dalam waktu singkat.
Strategi ini juga melibatkan pembelian cryptocurrency di exchange tempat harga lebih rendah dan segera menjualnya di exchange lain yang menawarkan harga lebih tinggi.
Baca juga: Kenapa Gen Z Mulai Melirik Crypto? Ini 4 Alasan Utamanya
Menurut Pintu Academy, ada 2 jenis arbitrase yang paling populer di kalangan trader crypto. Yuk kenali!
Arbitrase Bursa (Exchange Arbitrage)
Ini adalah tipe paling dasar dari arbitrase crypto, di mana arbitrageur membeli aset di satu exchange dan menjualnya di exchange lain yang menawarkan harga lebih tinggi.
Misalnya, harga Bitcoin Rp150 juta di exchange X dan Rp151 juta di exchange Y, arbitrageur bisa membeli Bitcoin di X dan menjualnya di Y untuk keuntungan Rp1 juta sebelum dipotong biaya transaksi.
Baca juga: Mau Cuan di Kripto? Pahami Dulu Sentimen Pasar Biar Gak Jadi Korban FOMO
Arbitrase Segitiga (Triangular Arbitrage)
Dalam jenis arbitrase ini, trader memanfaatkan perbedaan harga antara tiga mata uang atau aset crypto berbeda.
Contoh dari strategi ini bisa dimulai dengan Bitcoin, kemudian menukarnya dengan Ethereum, dilanjutkan dengan membeli Binance Coin menggunakan Ethereum, dan akhirnya menukar Binance Coin kembali ke Bitcoin, yang jika dijalankan dengan benar, akan meningkatkan jumlah Bitcoin yang dimiliki dari modal awal.
Butuh Kejelian
Meskipun dianggap sebagai strategi trading yang relatif rendah risiko, arbitrase membutuhkan kejelian tinggi karena perbedaan harga sering kali hanya ada untuk waktu yang sangat singkat.
Selain itu, arbitrageur perlu mempertimbangkan biaya transaksi dari setiap exchange, karena ini penting untuk menentukan profitabilitas dari setiap operasi arbitrase yang dilakukan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Pintu Academy