INDOZONE.ID - Perkembangan dunia crypto dan blockchain di Indonesia makin nggak bisa dibendung. Hingga 2025 ini, tercatat sudah ada 20 juta anak muda yang terjun ke dunia aset digital, baik sebagai investor, trader, maupun yang nyemplung di sektor teknologi blockchain itu sendiri.
Indonesia punya modal demografis yang luar biasa. Dari total penduduk, 50–60 persen di antaranya adalah kelompok muda. Itu artinya ada sekitar 125 juta jiwa anak muda dan sebagian besar mereka adalah digital native alias generasi yang lahir dan tumbuh bersama teknologi.
Dari angka itu, 20 juta sudah masuk ke dunia crypto dengan rentang usia 18–35 tahun. Pertumbuhan ini didorong oleh banyak faktor.
"Faktornya sekarang ini penetrasi internet yang masif, mereka pengguna smartphone, lalu culture, digital native, inflasi terjaga, ekonomi terjaga, dan artinya pertumbuhan ini signifikan," kata Direktur PT Edena Capital Nusantara Yayang Ruzaldy dalam diskusi bareng EDENA di Jakarta.
Menurut Yayang, fenomena ini mirip dengan perkembangan QRIS yang awalnya dianggap teknologi baru, tapi kini jadi standar pembayaran nasional. Crypto pun diprediksi akan melalui jalur serupa, padahal awalnya alternatif, kemudian jadi arus utama.
Baca juga: Cepat Cuan, Sederet Alasan Gen Z Makin Tertarik ke Crypto
Dengan kematangan generasi muda yang terus berkembang, menurut dia, targetnya 30 juta investor crypto di Indonesia pada tahun 2030. Harapannya, Indonesia nggak cuma jadi pasar, tapi juga pemain utama di kancah blockchain global.
"Dalam 2030 kita berharap 30 juta anak muda (main crypto). Dan itu memontum dan berharap jadi pemain utama dan itu jadi kita fasilitasi, dengan kematangan generasi muda," imbuhnya.
Sebab crypto bukan sekadar tentang trading atau cari cuan instan. Di baliknya ada peluang besar di sektor keuangan, teknologi, supply chain, bahkan industri kreatif. Dengan dukungan regulasi, inovasi, dan keberanian generasi muda, masa depan aset digital Indonesia terlihat semakin menjanjikan.
Sejalan dengan potensi besar dunia crypto di Indonesia saat ini, Token EDENA resmi melantai di Indodax (Indonesia Bitcoin and Crypto Exchange).
“Blockhain dalam decentralized financial ini tidak banyak negara yang mampu mematangkan regulasinya. Kita (Indonesia) satu dari tujuh negara yang telah mampu membangun potensi yang sangat luar biasa terhadap industri yang sangat inovatif ini di Indonesia,” kata Yayang, dilansir ANTARA.
Perusahaan tersebut juga mengumumkan komitmen membawa investasi asing senilai 10 miliar dolar Amerika Serikat (AS) pada tahun 2026, dan meningkat hingga 50 miliar dolar AS pada 2027. Target ini ditentukan dalam rangka mendukung langsung Visi Indonesia Emas 2045 yang membutuhkan 150 miliar dolar AS investasi asing langsung setiap tahun.
Dalam kesempatan tersebut, dijelaskan bahwa Visi Indonesia Emas 2045 bertujuan menjadi negara maju dengan ekonomi 7 triliun dolar AS.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan