Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Sabtu, 25 APRIL 2026 • 13:50 WIB

Apa Itu RDPT dalam Investasi? Simak Cara Kerja dan Untungnya

Apa Itu RDPT dalam Investasi? Simak Cara Kerja dan UntungnyaIlustrasi Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT). (Eliani Kusnedi)

INDOZONE.ID - Banyak orang ingin mulai investasi, tapi belum siap menghadapi risiko tinggi seperti saham. Di sisi lain, menyimpan uang di instrumen yang terlalu konservatif kadang terasa kurang maksimal.

Nah, salah satu pilihan yang cukup populer adalah RDPT. Instrumen ini cocok bagi investor yang mencari keseimbangan antara potensi keuntungan dan risiko yang masih terukur.

Baca juga: CDIA Bergerak di Bidang Apa? Investor Wajib Tahu

Apa Itu RDPT?

RDPT adalah singkatan dari Reksa Dana Pendapatan Tetap, yaitu jenis reksa dana yang menempatkan sebagian besar dana investasi ke instrumen pendapatan tetap seperti obligasi atau surat utang.

Umumnya, minimal 80 persen dana kelolaan ditempatkan pada aset pendapatan tetap. Karena itu, RDPT dikenal lebih stabil dibanding reksa dana saham.

Cara Kerja RDPT

Secara sederhana, cara kerja RDPT adalah sebagai berikut.

1. Dana Investor Dikumpulkan

Dana dari banyak investor dihimpun dalam satu produk reksa dana.

2. Dikelola Manajer Investasi

Dana tersebut kemudian dikelola oleh manajer investasi profesional.

Baca juga: Langkah Awal Memahami Trading Forex Secara Aman dan Terstruktur

3. Diinvestasikan ke Obligasi

Sebagian besar dana ditempatkan pada obligasi pemerintah, obligasi perusahaan, dan surat utang lainnya.

4. Investor Mendapat Potensi Keuntungan

Keuntungan bisa berasal dari kupon obligasi, kenaikan harga obligasi pertumbuhan nilai aktiva bersih (NAB).

Keuntungan dan Risiko RDPT

1. Keuntungan

Berikut beberapa alasan RDPT banyak dipilih investor.

  • Risiko Lebih Stabil: Dibanding saham, pergerakan nilainya biasanya tidak terlalu fluktuatif.
  • Potensi Return Menarik: Umumnya potensi imbal hasil lebih tinggi dibanding tabungan biasa atau sebagian deposito.
  • Cocok untuk Jangka Menengah: RDPT sering dipilih untuk target keuangan sekitar 1 sampai 3 tahun.
  • Dikelola Profesional: Investor tidak perlu memilih obligasi sendiri karena sudah dikelola manajer investasi.
  • Diversifikasi Otomatis: Dana ditempatkan ke beberapa instrumen sekaligus sehingga risiko lebih tersebar.

Baca juga:  Mengenal Growth Funding, Cara Investasi Jangka Panjang yang Potensial

2. Risiko

Meski relatif stabil, RDPT tetap punya risiko. Berikuit beberapa diantaranya:

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Mandiri Sekuritas

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Apa Itu RDPT dalam Investasi? Simak Cara Kerja dan Untungnya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!