Ilustrasi Reksa Dana Pendapatan Tetap (RDPT). (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Banyak orang ingin mulai investasi, tapi belum siap menghadapi risiko tinggi seperti saham. Di sisi lain, menyimpan uang di instrumen yang terlalu konservatif kadang terasa kurang maksimal.
Nah, salah satu pilihan yang cukup populer adalah RDPT. Instrumen ini cocok bagi investor yang mencari keseimbangan antara potensi keuntungan dan risiko yang masih terukur.
Baca juga: CDIA Bergerak di Bidang Apa? Investor Wajib Tahu
RDPT adalah singkatan dari Reksa Dana Pendapatan Tetap, yaitu jenis reksa dana yang menempatkan sebagian besar dana investasi ke instrumen pendapatan tetap seperti obligasi atau surat utang.
Umumnya, minimal 80 persen dana kelolaan ditempatkan pada aset pendapatan tetap. Karena itu, RDPT dikenal lebih stabil dibanding reksa dana saham.
Secara sederhana, cara kerja RDPT adalah sebagai berikut.
Dana dari banyak investor dihimpun dalam satu produk reksa dana.
Dana tersebut kemudian dikelola oleh manajer investasi profesional.
Baca juga: Langkah Awal Memahami Trading Forex Secara Aman dan Terstruktur
Sebagian besar dana ditempatkan pada obligasi pemerintah, obligasi perusahaan, dan surat utang lainnya.
Keuntungan bisa berasal dari kupon obligasi, kenaikan harga obligasi pertumbuhan nilai aktiva bersih (NAB).
Berikut beberapa alasan RDPT banyak dipilih investor.
Baca juga: Mengenal Growth Funding, Cara Investasi Jangka Panjang yang Potensial
Meski relatif stabil, RDPT tetap punya risiko. Berikuit beberapa diantaranya:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Mandiri Sekuritas