Ilustrasi Instrumen Keuangan. (Freepik)
INDOZONE.ID - Pernah gak sih, kamu merasa bingung pas dengar istilah instrumen keuangan di berita ekonomi, atau saat lagi belajar akuntansi?
Kedengarannya emang agak berat dan serius banget ya. Seperti, cuma urusan orang-orang yang kerja di gedung tinggi Jakarta Selatan aja.
Tapi sebenarnya, instrumen keuangan itu ada di sekitar kita setiap hari. Bahkan, pas kamu lagi cek saldo tabungan di m-banking, atau pas kamu lagi mikir mau investasi saham apa bulan ini.
Memahami hal ini penting banget, biar kamu gak cuma sekadar punya uang, tapi juga paham gimana uang itu bekerja secara sistematis dalam dunia bisnis.
Kanal YouTube/Ardyan Firdausi Mustoffa, membagikan materi pembelajaran yang super daging soal instrumen keuangan, terutama fokus pada kas dan piutang.
Materi ini ngebantu kita buat melihat gimana sebuah kontrak bisnis bisa jadi aset buat satu pihak, tapi jadi utang buat pihak lain.
Di Indonesia, kita pakai standar akuntansi PSAK yang sudah berkaca pada standar internasional IFRS. Salah satu poin paling pentingnya adalah, penggunaan nilai wajar atau fair value.
Jadi, aset kamu itu dihargai sesuai harga pasar saat ini, bukan cuma harga pas beli dulu.
Baca juga: Yuk Kenali Aset, Liabilitas, Ekuitas, dan Laba, Biar Makin Paham Dunia Keuangan Masa Kini
Secara sederhana, instrumen keuangan adalah sebuah kesepakatan atau kontrak yang bikin satu perusahaan punya aset keuangan, dan di saat yang sama bikin pihak lain punya kewajiban keuangan atau ekuitas.
Jadi kayak hubungan timbal balik gitu, guys. Kalau kamu punya piutang ke teman, itu adalah aset keuangan buat kamu, tapi jadi liabilitas atau utang buat teman kamu.
Dalam skala perusahaan, hal ini mencakup banyak hal. Mulai dari uang kas yang ada di dompet perusahaan sampai tabungan di bank yang bisa dipakai kapan saja.
Gak cuma itu, instrumen keuangan juga mencakup saham atau instrumen ekuitas milik perusahaan lain yang kamu pegang.
Ini artinya kamu punya hak atas aset perusahaan tersebut setelah dikurangi semua utang-utangnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube