Ilustrasi Perbedaan Saham Syariah dan Konvensional. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Investasi saham sekarang semakin dilirik karena potensi cuan yang menarik. Tapi, nggak semua orang hanya mengejar profit, karena ada juga yang ingin investasi tetap sejalan dengan prinsip islam.
Nah, di sinilah muncul dua pilihan utama, yaitu saham syariah dan saham konvensional. Keduanya sama-sama bisa memberikan keuntungan, tapi memiliki konsep yang cukup berbeda.
Baca juga: Apa Itu IHSG? Ini Pengertian, Faktor yang Memengaruhi, dan Cara Kerjanya dalam Investasi
Saham konvensional adalah jenis saham yang paling umum di pasar, semua perusahaan yang terdaftar bisa masuk kategori ini tanpa melihat jenis bisnisnya.
Artinya, pilihan saham konvensional jauh lebih luas. Investor bebas memilih perusahaan mana saja sesuai strategi dan tujuan investasinya.
Berbeda dengan saham konvensional, saham syariah memiliki batasan khusus. Hanya perusahaan yang menjalankan bisnis sesuai prinsip Islam yang boleh masuk, seperti menghindari riba, perjudian, dan produk haram.
Selain itu, perusahaan juga harus memenuhi kriteria tertentu, misalnya dari sisi utang dan pendapatan yang nggak boleh didominasi unsur non-halal.
Baca juga: Apa Itu Broker? Ini Definisi, Fungsi dan Cara Kerjanya
Berikut ini perbedaan utama yang perlu kamu tahu sebelum memilih.
Saham konvensional mencakup semua sektor tanpa batasan. Sedangkan, saham syariah hanya berasal dari perusahaan dengan bisnis yang halal dan sesuai prinsip Islam.
Saham konvensional bisa melibatkan unsur bunga dalam praktiknya. Sementara, saham syariah menggunakan sistem yang sesuai syariat, seperti bagi hasil atau jual beli.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Lbs.id