Ilustrasi harga pasar naik. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Pasar saham yang sedang naik itu memang membuat semangat. Tapi di balik euforia itu, justru momen ini penting untuk menentukan strategi jangka panjang.
Pertanyaannya, lebih baik tetap fokus di saham atau mulai diversifikasi agar lebih aman? Biar nggak asal ambil keputusan, simak penjelasan berikut.
Baca juga: Apa Itu Waran Saham? Pengertian, Cara Kerja, dan Risikonya bagi Investor
Jika kondisi ekonomi stabil, inflasi terkendali, dan kebijakan pemerintah mendukung, biasanya investor jadi lebih percaya diri untuk masuk ke pasar saham.
Kebijakan bank sentral dunia, harga komoditas, hingga kondisi geopolitik bisa ikut dorong arah pasar. Jadi, bukan hanya faktor lokal saja.
Jika banyak perusahaan (emiten) lapor kinerja yang positif dan laba naik, otomatis sahamnya semakin dilirik dan mendorong indeks ikut naik.
Selain itu, ada juga istilah rally, yaitu kondisi saat harga saham naik terus secara konsisten dalam periode tertentu. Nah, di fase ini biasanya banyak investor mulai agresif.
Baca juga: Mengenal Investasi Leher ke Atas, Investasi Terbaik untuk Masa Depan
Dalam kondisi pasar yang sedang naik, sebenarnya kamu punya beberapa opsi strategi yang bisa disesuaikan dengan tujuan dan profil risiko kamu.
Jika kamu tipe investor yang agresif dan fokus jangka panjang, bertahan di saham bisa jadi pilihan. Selama kamu pegang saham dengan fundamental bagus, potensi cuannya masih bisa lanjut.
Tapi tetap, jangan asal tahan semua. Pastikan kamu tahu kualitas saham yang kamu pegang, bukan hanya ikut tren.
Diversifikasi itu bukan berarti keluar dari saham, tapi lebih terhadap tujuan jangan taruh semua di satu keranjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: BNI Sekuritas