INDOZONE.ID - Tren tokenisasi aset terus menunjukkan pertumbuhan secara global. Terlebih di tengah situasi geopolitik seperti sekarang yang membuat banyak orang khawatir jika ingin berinvestasi crypto.
Aset tokenisasi semakin diminati karena memungkinkan pengguna di Indonesia lebih cepat cuan. Ada lebih dari 30 tokenisasi aset seperti saham, Exchange-Traded Fund (ETF), hingga komoditas seperti emas, perak dalam bentuk aset crypto.
Berdasarkan data dari Tokenizer Estate News per 9 Maret 2026, pasar token Real World Asset (RWA) secara global terus mencatat pertumbuhan positif dengan total nilai pasar mencapai US$26,54 miliar atau Rp450,49 triliun, meningkat 2,20% dibandingkan minggu sebelumnya.
Baca juga: Solusi Edukasi Forex Profesional untuk Amankan Aset Masyarakat dari Jerat Jebakan Investasi
Sementara itu, jumlah pemegang aset pun kini telah mencapai 663.000 wallet, menandakan semakin luasnya adopsi tokenisasi di berbagai negara. Kondisi ini menunjukkan tokenisasi aset mulai dilihat sebagai alternatif bagi investor untuk mengakses berbagai kelas aset melalui teknologi blockchain.
Menariknya, investor crypto di Indonesia tidak hanya selektif dalam mencari aset investasi. Mereka juga sering melakukan diversifikasi portofolio yang lebih terukur.
Bahkan berdasarkan data yang dihimpun oleh PINTU, kategori tokenisasi aset menunjukkan performa yang signifikan pada Februari 2026. Data ini menunjukkan semakin besarnya minat pengguna untuk mengakses aset global melalui tokenisasi.
“Kami mencatat lonjakan trading volume per pengguna sebesar 45% dibandingkan bulan sebelumnya dan disertai pertumbuhan jumlah pengguna kumulatif sebesar 9,18% di periode yang sama,” ujar Head of Product Marketing PINTU Iskandar Mohammad saat ditemui di Jakarta, baru-baru ini.
Ia menambahkan, ada 3 aset tokenisasi yang laris diperdagangkan saat ini. Antara lain NVDAx (NVIDIA), AAPLx (Apple), dan GOOGLx (Google). Tingginya aktivitas pada aset-aset tersebut mencerminkan kepercayaan pengguna terhadap saham-saham teknologi global unggulan.
Baca juga: Kalau Perang Dunia 3 Terjadi, Pilihan Aset Apa yang Paling Aman dan Stabil?
Menurut Iskandar, dengan tokenisasi ini pengguna dapat melakukan diversifikasi portofolio, tidak hanya pada aset crypto tetapi juga pada aset yang ditokenisasi seperti saham, ETF, hingga komoditas yang dapat diakses dengan mudah.
“Melalui listing tokenisasi aset ini, kami ingin memberikan akses yang lebih mudah bagi pengguna untuk menjangkau berbagai aset global dan teregulasi oleh OJK. Kami berharap masyarakat dapat mengeksplorasi peluang ini secara bijak,” tutup Iskandar.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Liputan