ilustrasi analisis saham undervalued (freepik)
INDOZONE.ID - Tahukah kamu, tidak semua saham yang terlihat murah di pasar berarti memiliki kinerja yang buruk.
Dalam beberapa situasi, ada saham dari perusahaan yang sebenarnya berkualitas, tetapi harganya sedang turun karena sentimen pasar atau kondisi tertentu.
Bagi investor yang jeli, momen seperti ini justru bisa menjadi peluang untuk membeli saham dengan harga yang lebih rendah dari nilai wajarnya.
Kondisi inilah yang dikenal sebagai saham undervalued. Lantas, apa sebenarnya saham undervalued dan bagaimana cara mengenalinya? Berikut penjelasan lengkapnya.
Saham undervalued adalah saham yang diperdagangkan di pasar dengan harga lebih rendah dari nilai intrinsiknya atau nilai wajar perusahaan tersebut.
Nilai intrinsik biasanya dihitung berdasarkan kondisi fundamental perusahaan, seperti kinerja keuangan, aset, dan prospek pertumbuhan bisnis.
Dengan kata lain, saham undervalued bisa diibaratkan seperti barang berkualitas yang dijual dengan harga diskon.
Investor yang mampu menemukan saham seperti ini berpotensi mendapatkan keuntungan ketika pasar mulai menyadari nilai sebenarnya dari perusahaan tersebut.
Ada beberapa alasan mengapa sebuah saham bisa diperdagangkan di bawah nilai wajarnya.
Salah satunya adalah sentimen pasar yang sedang negatif terhadap sektor tertentu, meskipun kondisi fundamental perusahaan masih baik.
Selain itu, informasi yang belum sepenuhnya dipahami investor juga bisa membuat harga saham tidak mencerminkan nilai sebenarnya.
Baca juga: Apa Itu Waran Saham? Pengertian, Cara Kerja, dan Risikonya bagi Investor
Dalam kondisi seperti ini, investor yang melakukan analisis lebih dalam berpotensi menemukan peluang investasi yang menarik.
Namun penting diingat, tidak semua saham yang terlihat murah benar-benar undervalued.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Investopedia