INDOZONE.ID - Pernah dengar istilah KSEI tapi masih bingung fungsinya apa? KSEI atau Kustodian Sentral Efek Indonesia adalah lembaga yang bertanggung jawab untuk menyimpan, mencatat, dan menyelesaikan transaksi efek di pasar modal.
Dengan kata lain, KSEI adalah penjaga keamanan saham dan instrumen investasi kamu agar semua transaksi berjalan aman, tertib, dan transparan.
Peran penting ini membuat KSEI menjadi fondasi yang mendukung kelancaran investasi di Indonesia, sekaligus melindungi investor dari risiko kesalahan atau kehilangan data kepemilikan efek.
Yuk, kenali lebih jauh fungsi dan layanan KSEI agar investasi kamu tetap aman dan nggak rugi berikut ini.
KSEI berdiri di Jakarta pada 23 Desember 1997 dan resmi memperoleh izin usaha pada 11 November 1998, sebagai salah satu pilar penting pasar modal Indonesia bersama BEI dan KPEI.
Pada awal operasionalnya, KSEI menangani penyelesaian transaksi efek berbasis warkat, sebelum kemudian beralih ke sistem tanpa warkat (scripless) pada tahun 2000 melalui teknologi C-BEST.
Seiring pesatnya perkembangan pasar dan teknologi, KSEI terus berinovasi dengan meluncurkan C-BEST Next Generation pada 2018 untuk meningkatkan efisiensi dan kapasitas transaksi.
Baca juga: Investasi Jangka Panjang: Strategi Cerdas Milenial dan Gen Z Bangun Masa Depan dari Sekarang
Langkah ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kepercayaan investor sekaligus mendukung pertumbuhan jumlah investor di Indonesia.
Pada 2012, KSEI juga memperkenalkan Single Investor Identification (SID) sebagai identitas tunggal investor untuk mempermudah sistem administrasi dan transparansi kepemilikan efek.
Pastinya sebuah lembaga dibentuk mempunyai sejumlah tugas utama. Adapun tugas utama KSEI adalah sebagai berikut.
Selain mempunya tugas, berikut beberapa fungsi utama KSE bagi inverstor:
KSEI berperan sebagai penyedia layanan kustodian sentral yang mendukung kelancaran aktivitas pasar modal Indonesia, mulai dari administrasi rekening efek, penyelesaian transaksi, hingga distribusi hasil corporate action.
Baca juga: Diversifikasi itu Strategi Aman Investasi, Tapi Nggak Selalu Harus Banyak-Banyakan Aset
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Web KSEI