INDOZONE.ID - PT Super Bank Indonesia Tbk atau Superbank (SUPA) resmi memulai proses bookbuilding untuk penawaran umum perdana saham (IPO) pada 25 November–1 Desember 2025. Dalam prospektus yang dirilis, perseroan menetapkan rentang harga IPO di Rp525–Rp695 per saham.
Dengan kisaran harga tersebut, Superbank menargetkan kapitalisasi pasar di rentang Rp17,8 triliun hingga Rp23,5 triliun, serta penghimpunan dana maksimum sekitar Rp3 triliun.
Dengan free float sebesar 13%, SUPA telah memenuhi aturan Bursa Efek Indonesia (BEI), namun menunjukkan bahwa kepemilikan masih didominasi pemegang saham pengendali.
Baca juga: Investor Kripto Wajib Catat! Begini Cara Manfaatkan Momen Buy the Dip dengan Aman
Tabel Valuasi Bank Digital (Bareksa.)Baca juga: Dongkrak Investasi, Gubernur Ahmad Luthfi Minta Perbanyak Gelar Forum Bisnis
Superbank juga membuka program partisipasi khusus IPO bagi nasabah terpilih melalui SUPA Priority Access, di mana 8.000 nasabah pertama yang memenuhi syarat akan mendapat alokasi pasti 8 lot (800 saham).
Periode program berlangsung 26–27 November 2025, bersamaan dengan masa bookbuilding.
Baca juga: Pemerintah Evaluasi Harga Rumah Subsidi, Targetkan Skema Baru Berjalan pada 2026
Proses IPO Superbank dimulai dengan masa bookbuilding yang berlangsung pada 25 November hingga 1 Desember 2025.
Setelah itu, offering akan dilaksanakan pada 10–15 Desember 2025, disusul dengan Allotment pada 15 Desember.
Distribusi saham ke investor dilakukan pada 16 Desember, dan Superbank akan resmi tercatat serta mulai diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia dengan kode saham SUPA pada 17 Desember 2025.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bareksa.com