Kamis, 16 JULI 2026 • 11:24 WIB

Jangan Sampai Terjebak Financial Distress, Kenali Penyebabnya

Author

Ilustrasi Financial Distress. (Freepik)

INDOZONE.ID - Financial distress atau kondisi kesulitan keuangan tidak selalu karena oleh penghasilan yang kecil.

Dalam banyak kasus, masalah ini justru dipicu oleh kebiasaan mengelola uang yang kurang tepat sehingga pemasukan dan pengeluaran menjadi tidak seimbang.

Baca juga: Punya Rumah Tak Lagi Jadi Tolok Ukur Sukses, Cara Gen Z Memandang Kekayaan Mulai Berubah

Namun, kondisi tersebut bisa dicegah sejak dini dengan memperbaiki pola pengelolaan keuangan. Berikut beberapa penyebab financial distress beserta cara mengatasinya.

Penyebab dan Cara Mengatasi Financial Distress

1. Tidak Memiliki Perencanaan Keuangan

Salah satu penyebab utama financial distress adalah tidak adanya perencanaan keuangan yang jelas.

Tanpa anggaran bulanan maupun target keuangan jangka panjang, seseorang akan lebih sulit mengendalikan pengeluaran, terutama saat muncul kebutuhan mendadak.

Baca juga: Apa itu Pendapatan Nasional? Pahami Ragam Manfaat dan Konsepnya bagi Ekonomi Negara

Untuk mengatasinya, mulailah membuat rencana keuangan bulanan, termasuk menyisihkan dana darurat sebagai antisipasi jika terjadi kondisi tak terduga.

2. Jarang Mengevaluasi Kondisi Keuangan

Tidak sedikit orang yang jarang memantau pemasukan dan pengeluaran. Akibatnya, pengeluaran kecil yang dilakukan secara rutin bisa menumpuk tanpa disadari dan mengganggu kondisi finansial.

Baca juga: Inklusi Keuangan Meningkat, Layanan Pembiayaan Digital Kian Mudah Diakses Masyarakat

Mencatat setiap transaksi dan melakukan evaluasi secara berkala, misalnya setiap minggu atau setiap bulan, dapat membantu mengetahui kebiasaan belanja yang perlu dikurangi sebelum menjadi masalah yang lebih besar.

3. Terlalu Bergantung pada Utang

Menggunakan kartu kredit atau pinjaman untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari memang terasa praktis. Tapi, jika dilakukan terus-menerus, utang dapat menumpuk dan makin sulit dilunasi.

Sebaiknya, gunakan fasilitas kredit hanya untuk kebutuhan penting atau kondisi darurat. Pastikan juga pembayaran dilakukan tepat waktu agar arus kas tetap sehat.

Baca juga: Fenomena QRIS di Kalangan Gen Z Kian Marak, Begini 4 Cara Hindari Belanja Impulsif

4. Tidak Menyiapkan Dana Darurat

Banyak orang baru menyadari pentingnya dana darurat ketika menghadapi situasi mendesak, seperti kehilangan pekerjaan atau biaya kesehatan yang tiba-tiba muncul.

Menyisihkan sebagian penghasilan secara rutin untuk dana darurat bisa menjadi langkah sederhana agar kondisi keuangan tetap stabil saat menghadapi pengeluaran tak terduga.

5. Gaya Hidup Boros

Pengeluaran yang lebih besar dibandingkan pemasukan dapat membuat kondisi keuangan cepat terganggu.

Agar terhindar dari financial distress, cobalah menyusun prioritas pengeluaran agar bisa membedakan kebutuhan yang benar-benar penting dengan keinginan yang masih bisa ditunda.

Baca juga: PHK Bikin Cemas? Begini Cara Mengatur Uang agar Tetap Aman

Dengan memahami berbagai penyebab financial distress sejak awal, kamu bisa mengambil langkah pencegahan lebih cepat.

Perencanaan yang baik, disiplin mengelola pengeluaran, serta terus meningkatkan pengetahuan tentang keuangan dapat membantu menjaga kondisi finansial tetap sehat dalam jangka panjang.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Blu By BCA

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU