INDOZONE.ID - Konsep hidup dari dividen saham semakin sering dibahas, apalagi di kalangan anak muda yang ingin memulai rencana finansial. Tapi, apakah realistis dilakukan?
Seiring perkembangan ekonomi, banyak orang mulai mengejar financial freedom melalui berbagai instrumen investasi, termasuk saham. Dividen jadi salah satu daya tarik utama karena bisa memberikan pemasukan rutin tanpa harus menjual aset.
Baca juga: Limit Transfer BRI Lewat ATM, BRImo, dan Internet Banking, Segini Batasnya!
Sistem Pembagian Dividen Saham
Secara sederhana, dividen saham adalah pembagian keuntungan perusahaan kepada pemegang saham sesuai jumlah kepemilikannya.
Investor hanya berhak menerima dividen jika sudah memiliki saham sebelum tanggal cum-dividend. Pembagian ini biasanya dilakukan secara berkala, tergantung kebijakan perusahaan.
Dividen bisa berupa tunai atau uang langsung dan nontunai atau tambahan saham. Proses pembagiannya meliputi:
- Perhitungan laba bersih perusahaan
- Penetapan kebijakan dividen
- Pengumuman jadwal seperti recording date dan payment date
Di Indonesia, pembagian dividen banyak dilakukan oleh emiten yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia.
Cara Hidup dari Dividen
Hidup dari dividen berarti menjadikan hasil pembagian keuntungan saham sebagai sumber pemasukan utama. Berikut langkah yang bisa dilakukan.
Baca juga: Kliring Itu Apa? Simak Pengertian, Cara Kerja, dan Manfaatnya
1. Hitung Kebutuhan Hidup
Langkah awal adalah mengetahui pengeluaran bulanan, umumnya digunakan pendekatan pengeluaran bulanan × 300. Angka 300 ini berasal dari asumsi imbal hasil dividen sekitar 4% per tahun.
Modal = Pengeluaran Bulanan × 300
Artinya, jika kebutuhan hidup Rp5 juta per bulan, maka estimasi modal yang dibutuhkan sekitar Rp1,5 miliar.
2. Siapkan Modal Investasi
Jika modal belum cukup, jangan dipaksakan. Kamu bisa mulai dari beberapa hal seperti:
- Menambah penghasilan (side hustle)
- Mengatur pengeluaran
- Reinvestasi dividen
- Fokus ke saham dengan potensi return lebih baik
3. Pilih Saham yang Tepat
Cari saham dengan dividen stabil. Maka, hal yang harus diperhatikan antara lain:
- Dividend Payout Ratio (DPR) > 50%
- Dividend Yield (DY) > 4%
- Riwayat pembagian dividen minimal 3 tahun
Jangan lupa diversifikasi agar risiko lebih terkontrol.
Baca juga: Jika Dollar Tembus Rp 20 Ribu, Apa yang Terjadi? Ini Efek dan Cara Menghadapinya
4. Pahami Kebijakan Dividen
Setiap perusahaan memiliki kebijakan berbeda. Ada yang rutin bagi dividen besar, ada juga yang lebih fokus ekspansi bisnis.
5. Susun Rencana Finansial
Jika serius mau hidup dari dividen, semua harus dihitung matang, mulai dari kebutuhan hidup hingga risiko investasi.
6. Konsisten dan Sabar
Hidup dari dividen membutuhkan waktu, disiplin, dan komitmen jangka panjang.
Hal yang Perlu Dipertimbangkan
Meski terdengar ideal, ada beberapa risiko yang harus dipertimbangkan seperti:
- Fluktuasi dividen tergantung kinerja perusahaan
- Inflasi yang bisa mengurangi daya beli
- Modal besar yang dibutuhkan di awal
- Risiko pasar karena harga saham bisa naik turun
Baca juga: Mengenal Soft Saving, Atur Finansial ala Gen Z yang Lebih Realistis
Hidup dari dividen itu bukan hal yang mustahil, tapi juga bukan sesuatu yang instan. Perlu strategi, perhitungan realistis, dan konsistensi dalam jangka panjang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Sahabat Pengadaian