Ilustrasi soft saving ala gen z. (Eliani Kusnedi)
INDOZONE.ID - Jika dulu menabung sering identik dengan hidup hemat, menahan semua keinginan, dan merasa serba terbatas, sekarang muncul pendekatan baru yang dianggap lebih masuk akal dan tetap nyaman dijalani, yaitu soft saving.
Konsep ini banyak diminati terutama oleh Gen Z yang ingin tetap memiliki tabungan tanpa harus mengorbankan kebahagiaan hari ini. Jadi, apa itu soft saving dan bagaimana cara menerapkannya? Simak penjelasan berikut ini.
Baca juga: Paylater dan Cicilan Digital, Solusi atau Jebakan Finansial Anak Muda?
Soft saving adalah cara menabung yang lebih fleksibel dan realistis. Intinya, seseorang tetap menyisihkan uang untuk masa depan, tetapi masih memberi ruang untuk menikmati hidup saat ini.
Berbeda dengan metode menabung yang sangat ketat, soft saving tidak menuntut seseorang menolak semua pengeluaran non-prioritas. Nongkrong, liburan, beli barang keinginan, atau self reward masih boleh dilakukan selama sesuai kemampuan finansial.
Jadi, soft saving bukan berarti malas menabung, tapi menyesuaikan strategi keuangan dengan kondisi hidup yang nyata.
Tren ini ramai dibicarakan karena dianggap lebih cocok dengan tantangan hidup generasi sekarang.
Baca juga: Perbedaan Passive Income dan Active Income, Mana yang Kamu Butuhkan?
Gen Z cenderung ingin hidup seimbang antara kerja, istirahat, hiburan, dan keuangan. Mereka tidak ingin stres hanya karena terlalu menekan diri soal uang.
Harga kebutuhan pokok, transportasi, sewa tempat tinggal, hingga hiburan terus naik. Karena itu, banyak orang memilih pola keuangan yang lebih realistis.
Generasi muda dikenal lebih menghargai pengalaman seperti traveling, konser, atau quality time. Soft saving memungkinkan itu tetap terjadi sambil menabung.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Bank Sinarmas