Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Senin, 04 MEI 2026 • 16:20 WIB

Jika Dollar Tembus Rp 20 Ribu, Apa yang Terjadi? Ini Efek dan Cara Menghadapinya

Jika Dollar Tembus Rp 20 Ribu, Apa yang Terjadi? Ini Efek dan Cara MenghadapinyaIlustrasi nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. (ANTARA FOTO/Darryl Ramadhan)

INDOZONE.ID - Akhir-akhir ini, isu rupiah bisa menyentuh Rp20.000 per dolar AS ramai jadi perbincangan publik. 

Banyak orang mulai bertanya-tanya, apa dampaknya kalau nilai tukar rupiah benar-benar jatuh sedalam itu?

Ternyata, dampaknya bukan cuma soal angka di pasar keuangan. Pelemahan rupiah bisa terasa langsung ke dompet masyarakat. 

Lalu, kenapa rupiah bisa melemah dan apa yang perlu dilakukan masyarakat untuk menghadapi situasi ini? Berikut penjelasannya.

Rupiah Melemah Itu Artinya Apa?

Secara sederhana, rupiah melemah berarti kita butuh lebih banyak rupiah untuk membeli satu dolar AS.

Kalau sebelumnya satu dolar setara sekitar Rp17.000-an, lalu naik menjadi Rp20.000, maka barang atau bahan baku yang dibeli menggunakan dolar otomatis terasa lebih mahal dalam rupiah.

Masalahnya, ekonomi Indonesia masih banyak bersentuhan dengan barang impor.

Bahkan, BPS mencatat nilai impor Indonesia menurut golongan penggunaan barang pada 2024 didominasi bahan baku dan barang penolong senilai US$170,7 miliar, jauh lebih besar dibanding barang modal US$41,7 miliar.

Artinya, banyak industri di dalam negeri masih membutuhkan bahan dari luar untuk memproduksi barang yang kita pakai sehari-hari.

Kenapa Rupiah Bisa Anjlok?

Pelemahan rupiah biasanya tidak terjadi karena satu faktor saja.

Tekanannya bisa datang dari luar negeri, misalnya dolar AS yang sedang menguat, suku bunga global yang tinggi, konflik geopolitik, atau investor yang menarik uangnya dari negara berkembang.

Baca juga: Tips Menabung Dolar yang Aman, Simak Keuntungan dan Risikonya

Dari dalam negeri, rupiah juga bisa tertekan jika pasar merasa tidak yakin terhadap  beberapa faktor misalnya arah ekonomi yang menurun,  defisit transaksi berjalan melebar, impor meningkat, atau cadangan devisa dianggap perlu dijaga ketat.

Nah saat tekanan tersebut makin besar, Bank Indonesia biasanya masuk untuk menjaga stabilitas rupiah melalui intervensi pasar dan kebijakan suku bunga.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Reuters, Bank Indonesia

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Jika Dollar Tembus Rp 20 Ribu, Apa yang Terjadi? Ini Efek dan Cara Menghadapinya

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!