Jumat, 13 MARET 2026 • 13:14 WIB

Cara Bijak Mengatur Belanja Lebaran Agar Keuangan Keluarga Tetap Aman

Author

Ilustrasi mengatur pengeluaran saat Lebaran (freepik).

INDOZONE.ID - Lebaran kerap identik dengan silaturahmi dan kebersamaan keluarga. 

Dalam suasana penuh kebahagiaan ini, banyak orang ingin memberikan yang terbaik, mulai dari hidangan istimewa hingga hantaran untuk kerabat dan sanak saudara.
 
Menjelang hari raya Idulfitri, pengeluaran rumah tangga di Indonesia umumnya meningkat karena kebutuhan seperti makanan, pakaian, hingga perjalanan mudik. 

Kondisi ini membuat banyak keluarga perlu mengatur anggaran dengan lebih bijak agar keuangan tetap stabil setelah lebaran.

Baca juga: Cara Bijak Mengatur Uang THR Anak, Sekalian Belajar Menabung

Tanpa perencanaan yang matang, euforia menjelang hari raya sering kali membuat pengeluaran meningkat secara impulsif atau terjadinya belanja dadakan yang tidak terencana.

Agar momen lebaran tetap membawa ketenangan, suami dan istri perlu memiliki strategi bersama dalam mengatur pengeluaran.

Mengapa Belanja Impulsif Saat Menjelang Lebaran Perlu Dihindari?

Belanja impulsif bukan hanya soal uang yang keluar, tetapi juga soal kendali terhadap keuangan keluarga. 

Tanpa perencanaan yang jelas, pengeluaran kecil yang berulang dapat membuat anggaran membengkak. 

Baca juga: Berapa Dana Darurat yang Ideal? Ini Cara Menentukannya Biar Keuangan Tetap Aman

Dengan menghindari belanja impulsif, keluarga bisa merasakan dampak positifnya:

Menjaga ketenangan finansial tanpa khawatir saldo menipis sebelum hari raya.

Dana bisa dialokasikan ke hal yang lebih bermakna, misalnya untuk sedekah, tabungan, maupun untuk kebutuhan penting lainnya.

Mampu membeli barang yang benar-benar dibutuhkan, bukan sekedar karena ikut trend atau tergoda diskon.

Baca juga: Punya Gaji Rp5 Juta Bisakah Beli Mobil? Ini Cara Mengelola Keuangannya

Strategi Menghindari Belanja Lebaran Yang Impulsif

Agar niat baik kamu dan pasanganmu tetap terjaga tanpa menggangu stabilitas finansial, ada beberapa cara yang bisa dilakukan, yaitu sebagai berikut:

1. Buat Anggaran Belanja Bersama

Komunikasi menjadi kunci penting dalam mengelola keuangan rumah tangga. Suami dan istri dapat membuat anggaran khusus untuk kebutuhan Lebaran agar pengeluaran lebih terarah. 

Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah memisahkan dana ke dalam beberapa pos pengeluaran, misalnya:

Baca juga: Apa Itu Impulsive Buying? Ini Penyebab dan Cara Mengatasinya agar Keuangan Tetap Sehat

  • Dana untuk zakat dan sedekah.
  • Dana untuk bahan makanan dan jamuan lebaran.
  • Dana untuk pakaian lebaran.
  • Dana untuk hantaran atau hampers.
  • Dana untuk mudik dan transportasi.
  • Dana untuk uang saku untuk keponakan atau keluarga.

Dengan pembagian yang jelas, setiap pengeluaran dapat dipantau sehingga risiko belanja impulsif dapat diminimalkan.

Baca juga: Gaji Pas-Pasan Tapi Mau Nabung? Ikuti 8 Cara Cerdas Sukses Menabung

2. Bagi Belanja Lebaran Secara Bertahap

Alih-alih membeli semua kebutuhan sekaligus menjelang hari raya, cobalah membaginya dalam beberapa tahap selama Ramadan. Contohnya seperti: 

  • Minggu pertama: membeli pakaian untuk lebaran atau perlengkapan ibadah.
  • Minggu kedua: menyiapkan dekorasi rumah atau isian hampers untuk keluarga dan sanak saudara.
  • Minggu ketiga dan keempat: membeli bahan makanan dan kebutuhan dapur.

Dengan cara seperti ini, pengeluaran bisa dipantau secara bertahap dan pasangan memiliki waktu untuk mengevaluasi anggaran jika ada pengeluaran yang melebihi rencana.

Baca juga: 7 Cara Mengatur Uang di Usia 20-an Ini Bisa Bikin Keuanganmu Lebih Aman

3. Sisihkan Sebagian THR Untuk Tabungan

Tunjangan Hari Raya (THR) sering kali menjadi sumber utama pengeluaran selama lebaran. Namun penting untuk tidak menghabiskan semuanya. 

Sebagian ahli keuangan menyarankan pemakaian THR untuk kebutuhan lebaran digunakan maksimal 50 - 70 persen. 

Sementara sisanya sekitar 30 - 50 persen sebaiknya dialokasikan untuk tabungan, investasi, ataupun untuk dana darurat setelah hari raya.

Langkah ini membantu menjaga stabilitas keuangan keluarga dalam jangka panjang.

Baca juga: Mau Cairkan JHT 2026? Ini Syarat dan Cara Klaimnya yang Kamu Perlu Tahu!

4. Terapkan Aturan “Tunggu 24 Jam”

Jika menemukan barang yang menarik tetapi tidak ada dalam daftar belanja, cobalah menunggu selama 24 jam sebelum membelinya. 

Karena sering kali setelah beberapa waktu, keinginan tersebut hilang karena ternyata barang tersebut bukan benar-benar yang dibutuhkan.

Metode sederhana ini efektif untuk menghindari keputusan belanja yang impulsif.

Lebaran Yang Tenang Dimulai dari Perencanaan

Pada akhirnya, esensi lebaran bukanlah tentang banyaknya barang yang dibeli, melainkan tentang kebersamaan dan ketenangan hati.

Dengan perencanaan keuangan yang baik dan komunikasi yang terbuka antara suami dan istri, pengeluaran lebaran dapat tetap terkendali tanpa mengurangi makna hari raya Idulfitri itu sendiri.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Jago.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU