Selasa, 24 FEBRUARI 2026 • 16:00 WIB

Riset 2026: 86% Warga RI Andalkan Dompet Digital untuk Belanja Online Didominasi Gen Z

Author

Press Conference Daring mengenai paparan hasil Digital Wallet Research 2026: User Behavior & Competitive Landscape yang dilakukan IPSOS. (Dewi Kania/Z Creators)

INDOZONE.ID - Penggunaan e-wallet saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat, karena sebagian besar masyarakat Indonesia lebih suka bertransaksi dengan e-wallet di mana saja.

Faktanya, e-wallet tidak hanya populer di Indonesia, tetapi juga di beberapa negara lain, seperti Eropa dan Amerika. Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat beralih dari uang tunai ke pembayaran digital (e-wallet) secara masif.

Berdasarkan hasil Digital Wallet Research 2026: User Behavior & Competitive Landscape yang dilakukan IPSOS, e-wallet semakin terintegrasi dalam berbagai kebutuhan transaksi finansial harian. Mayoritas masyarakat menggunakan dompet digital untuk belanja online (86%), pembelian makanan dan minuman (77%), pembayaran tagihan rutin seperti listrik dan internet (69%), serta transfer ke rekening bank (68%).

Baca juga: QRIS Dorong Digitalisasi UMKM dan Perkuat Fondasi Ekonomi Indonesia

Executive Director Ipsos Indonesia, Andi Sukma, menjelaskan bahwa survei dilakukan secara menyebar di Jabodetabek dan luar Jawa, menggunakan metodologi wawancara online selama 10 menit, dengan responden dari panel komunitas. Target survei adalah masyarakat berusia 17–45 tahun, yang didominasi oleh Gen Z.

“Gen Z tidak lagi melihat dompet digital sebagai alat bayar alternatif, melainkan sebagai bagian dari gaya hidup mereka,” kata Andi saat mengumumkan hasil riset secara daring, Senin (23/2/2026).

Sementara itu, penggunaan dompet digital oleh Gen Z pada kategori gaming dan layanan digital menjadi area yang semakin menarik. Kategori ini mencakup top-up game, pembelian in-game items, hingga kebutuhan pulsa dan paket data, merepresentasikan gaya hidup Gen Z yang serba cepat dan selalu online.

“Siapa pun penyedia layanan e-wallet yang mampu mengintegrasikan hiburan, seperti gaming atau top-up game, posisinya tinggi dalam penggunaan, dengan kemudahan transaksi dalam satu klik,” imbuhnya.

Kenapa Gen Z Bergantung pada E-wallet?

Press Conference Daring mengenai hasil Digital Wallet Research 2026: User Behavior & Competitive Landscape yang dilakukan IPSOS. (Dewi Kania/Z Creators)

Banyak alasan yang mendasari Gen Z memilih bertransaksi dengan e-wallet. Selain praktis, Gen Z menilai e-wallet nyaman dan mudah digunakan.

“Bahkan ketika bicara e-wallet, yang Gen Z inginkan adalah bebas biaya admin saat transfer atau membayar tagihan rutin, serta mendapatkan cashback dan diskon merchant,” ujar Andi.

Selain itu, keamanan juga menjadi faktor utama Gen Z memilih e-wallet. Hal ini diatur dalam UU Penyedia Jasa Pembayaran, yang diawasi OJK dan Bank Indonesia, dan menjadi keharusan dalam industri manapun.

“Faktor keamanan sangat penting karena terkait kepercayaan. Semakin seseorang merasa aman, semakin tinggi tingkat kepercayaannya,” tambahnya.

Baca juga: Cashless Society: Benarkah Dompet Digital Bikin Kita Lebih Boros?

Dari hasil survei, e-wallet yang paling populer di kalangan masyarakat adalah ShopeePay (41%), Dana (26%), GoPay (23%), OVO (8%), dan 2% lainnya menggunakan e-wallet lain.

Andi juga melihat e-wallet memiliki potensi berkembang di masa depan, terutama melalui kolaborasi. Generasi berikutnya, Gen Alpha, diprediksi akan lebih nyaman menggunakan e-wallet.

“Sekarang tinggal bagaimana menciptakan kolaborasi antara e-wallet dan platform lain. Hasil studi menunjukkan pentingnya kolaborasi, konektivitas, dan integrasi, sekaligus memonitor perilaku masyarakat, termasuk generasi berikutnya, Gen Alpha,” tutupnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU