INDOZONE.ID - Nilai mata uang yang tiba-tiba melemah sering kali membuat banyak orang bertanya-tanya, apa sebenarnya yang sedang terjadi pada ekonomi suatu negara.
Salah satu istilah yang sering muncul dalam kondisi ini adalah devaluasi, namun belum semua orang benar-benar memahaminya.
Devaluasi bukan sekadar penurunan nilai uang, tetapi merupakan kebijakan ekonomi yang memiliki tujuan dan dampak tertentu. Kebijakan ini bisa mempengaruhi harga barang, hingga daya beli masyarakat sehari-hari.
Meski terdengar rumit, memahami devaluasi sebenarnya cukup penting agar kita lebih peka terhadap perubahan ekonomi.
Lalu, apa itu devaluasi dan bagaimana dampak serta contohnya di Indonesia? Berikut informasi lengkapnya.
Pengertian Devaluasi
Devaluasi adalah kebijakan pemerintah untuk memperbaiki kondisi ekonomi dengan cara menurunkan nilai mata uang terhadap mata uang asing.
Langkah ini mempengaruhi nilai tukar sehingga harga barang ekspor menjadi lebih murah di pasar internasional. Sebaliknya, barang impor akan terasa lebih mahal di dalam negeri.
Baca juga: Daftar 10 Mata Uang Terlemah di Dunia Terhadap Dolar AS, Ada Rupiah?
Kondisi tersebut juga mendorong produk dalam negeri lebih kompetitif dibandingkan produk luar. Dalam jangka pendek, devaluasi biasanya meningkatkan ekspor sekaligus menekan impor.
Melalui perubahan arus perdagangan ini, pemerintah berharap keseimbangan nilai tukar dan stabilitas ekonomi dapat kembali terjaga.
Tujuan Devaluasi
Kebijakan devaluasi ini sebenernya dilakukan untuk membantu mengembalikan keseimbangan nilai tukar mata uang dalam perdagangan internasional.
Secara umum, langkah ini bertujuan memperbaiki kondisi ekonomi negara agar lebih stabil dan kompetitif. Selain itu, devaluasi juga mendorong peningkatan ekspor karena harga produk dalam negeri menjadi lebih bersaing di pasar global.
Kebijakan ini juga membantu memperbaiki neraca pembayaran (balance of payment/BOP) negara. Di sisi lain, devaluasi dapat menekan konsumsi barang impor yang berlebihan.
Pada akhirnya, seluruh dampak tersebut diharapkan mampu memperkuat perekonomian negara secara keseluruhan.
Dampak dari Devaluasi
Devaluasi adalah kebijakan penurunan nilai mata uang yang membawa berbagai dampak pada perekonomian, terutama pada ekspor dan impor.
Ketika nilai mata uang melemah, harga barang ekspor menjadi lebih murah di pasar internasional, sehingga peluang peningkatan ekspor semakin besar.
Baca juga: Sejumlah Mata Uang Menguat Seiring Tidak Ada Serangan Militer AS untuk Kuasai Greenland
Sebaliknya, barang impor menjadi lebih mahal sehingga konsumsi produk luar negeri cenderung menurun. Namun, kenaikan harga barang impor ini dapat memicu inflasi karena biaya bahan baku dan produk tertentu ikut meningkat.
Dampak lanjutan dari inflasi adalah menurunnya daya beli masyarakat, terutama jika pendapatan tidak ikut naik.
Oleh karena itu, meski dapat mendorong ekspor, kebijakan devaluasi tetap perlu dikendalikan agar tidak membebani kondisi ekonomi masyarakat
Contoh Devaluasi
Dalam sejarah perekonomian Indonesia, kebijakan devaluasi telah diterapkan beberapa kali, umumnya sebagai respons terhadap tekanan inflasi dan kondisi ekonomi yang tidak stabil.
Salah satu contoh awal adalah kebijakan “Gunting Syafrudin” pada tahun 1950, yaitu pemotongan nilai uang kertas ORI pecahan Rp5 ke atas menjadi setengah nilainya untuk menekan jumlah uang beredar.
Selanjutnya, devaluasi kembali dilakukan pada tahun 1971, dipicu oleh kebijakan Amerika Serikat yang menghentikan penukaran dolar dengan emas, sehingga mempengaruhi stabilitas nilai tukar global.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Ocbc.id