Minggu, 18 JANUARI 2026 • 15:00 WIB

Bikin Rugi! Ini 10 Barang yang Sebaiknya Nggak Perlu Dikredit

Author

Ilustrasi belanja akhir tahun. (Freepik)

INDOZONE.ID - Mau punya barang idaman lewat cicilan atau kredit memang terdengar menggoda. Rasanya lebih ringan kalau cuma bayar sedikit-sedikit tiap bulan daripada bayar tunai sekaligus. Tapi jangan langsung tergiur! Ada 10 jenis barang atau pembelian yang justru bikin rugi kalau diambil lewat kredit. Bukan cuma bikin kantong bolong, tapi juga bisa merusak keuangan kalau nggak hati-hati.

Kenapa bisa begitu? Karena beberapa pembelian termasuk utang konsumtif, artinya barangnya nggak menambah nilai atau potensi untung di masa depan. Malah, kamu bisa bayar jauh lebih banyak karena bunga dan biaya kredit. Risiko ini penting banget untuk dipahami sebelum gesek kartu!

1. Gadget dan Elektronik Mahal

Siapa yang nggak tergiur dengan iPhone, laptop gaming, TV QLED, atau gadget baru yang lagi viral? Tapi kenyataannya, barang-barang ini cepat usang dan nilainya bisa turun drastis hanya dalam beberapa bulan.

Kalau kamu beli gadget lewat kredit atau cicilan Buy Now Pay Later (BNPL), bisa jadi kamu masih nyicil barang yang nilainya sudah turun 30–50 persen saat cicilan selesai. Nggak worth it, kan?

Tipsnya, nabung dulu sampai bisa bayar tunai atau pertimbangkan gadget refurbished atau bekas berkualitas supaya tetap hemat tapi tetap dapat barang bagus.

2. Liburan Mewah yang Dikredit

Liburan memang penting untuk recharge, refreshing, atau sekadar konten IG estetik. Tapi kalau sampai kredit liburan mewah? Mending pikir dua kali!

Dari sisi finansial, liburan termasuk pembelian pengalaman jangka pendek yang tidak memberi keuntungan finansial. Akibatnya, kamu bisa bayar bunga untuk sesuatu yang cuma dinikmati beberapa hari atau minggu.

Bayangkan, misalnya cicilan liburan Rp3 juta per bulan selama 12 bulan, totalnya bisa jauh lebih besar dari harga paket aslinya!

Solusinya, rencanakan dan nabung sejak jauh-jauh hari supaya liburan tetap seru tanpa harus utang.

3. Pernikahan atau Event Besar Menggunakan Kredit

Ini yang sering kejadian, banyak pasangan sampai berutang cuma buat bayar pesta pernikahan. Padahal, menurut ahli finansial, memulai hidup baru dengan utang bukanlah vibe yang ideal.

Biaya bunga utang bisa bikin tagihan terus berjalan bahkan setelah hari H berlalu. Akhirnya, kamu masih bayar utang, sementara momen pernikahan cuma sekali dan sudah lewat.

Solusinya, prioritaskan hal yang benar-benar penting dulu, misalnya rumah, dana darurat, atau investasi untuk masa depan, baru pikirkan pesta.

Baca juga: Cara Cek Laporan Kredit di Cermati

4. Fashion Branded dan Aksesori Mewah

Jam tangan Rolex, tas Hermès, atau sepatu limited edition memang dreamy banget. Namun, kenyataannya nilai jualnya cenderung turun atau stagnan setelah dibeli.

Kalau kamu beli lewat kredit, bisa jadi bunga yang kamu bayar jauh lebih tinggi daripada kenaikan (atau malah penurunan) nilai barang itu sendiri. Belum lagi efek psikologisnya, berutang cuma buat barang yang cepat kehilangan nilai pasti bikin stres.

Solusinya, kalau mau koleksi fashion, pilih barang yang nilainya stabil atau pastikan kamu bisa bayar tunai tanpa utang.

5. Everyday Necessities (Kebutuhan Sehari-hari)

Walaupun termasuk kategori yang lebih dasar, banyak orang tergoda pakai kartu kredit atau pinjaman BNPL untuk belanja sehari-hari, mulai dari groceries, makeup, sampai bayar tagihan rutin.

Masalahnya, pengeluaran rutin punya margin tipis. Kamu nggak dapat keuntungan finansial dari situ, tapi kalau bayar telat, bunga tetap berjalan.

Solusinya, gunakan uang tunai atau kartu debit untuk kebutuhan sehari-hari supaya kamu tetap sadar dengan pengeluaran dan nggak kebablasan tiap bulan.

6. Kendaraan Mewah yang Bukan Kebutuhan Utama

Ilustrasi jual beli mobil online. (Freepik)

Beli mobil memang kadang jadi kebutuhan penting, apalagi kalau kerja di luar dan butuh transportasi. Tapi kalau soal mobil mewah atau kendaraan besar cuma buat gaya, itu cerita lain.

Ahli keuangan menyarankan untuk menghindari kredit kendaraan mewah yang bukan kebutuhan utama karena depresiasinya besar dan bunga kreditnya tinggi.

Kalau kamu memang butuh kendaraan untuk kerja, pilih yang biaya cicilannya realistis dan tetap sesuai anggaran supaya keuangan tetap aman.

7. Tiket Acara dan Hiburan Mendadak

Konser, festival, atau acara mewah memang seru. Namun, kalau sampai berutang cuma buat bayar tiket, itu sudah tanda bahaya!

Belum lagi cicilan BNPL atau paylater bisa menumpuk tanpa kamu sadari, apalagi kalau kebiasaan ini sering diulang.

Solusinya, pilih acara yang sesuai anggaran atau mulai nabung khusus untuk hiburan tahunan supaya tetap seru tanpa harus utang.

8. Barang Dekorasi Rumah yang Nggak Perlu

Renovasi rumah atau dekorasi memang bisa jadi investasi. Namun, kalau kamu kredit cuma buat barang dekoratif yang nilainya cepat turun, itu sama saja membayar bunga untuk sesuatu yang hanya bersifat estetika.

Misalnya, beli sofa mahal yang nggak fungsional atau cuma buat foto OOTD.

Solusinya, fokus ke upgrade yang fungsional dan benar-benar dipakai sehari-hari, bukan sekadar untuk penampilan.

9. Pendidikan yang Belum Matang Rencananya

Pendidikan memang investasi penting. Namun, kalau kamu ambil kredit besar tanpa rencana matang, justru bisa jadi beban di masa depan.

Misalnya, ikut kursus super mahal cuma karena lagi hype atau daftar masterclass tanpa jelas hubungannya dengan karier. Akibatnya, kamu bisa bayar lama, tapi return-nya minim.

Solusinya, pilih pendidikan yang terukur dan memberikan nilai nyata untuk karier atau penghasilanmu agar setiap rupiah yang dikeluarkan benar-benar sepadan.

10. Investasi Spekulatif dengan Pinjaman

Terakhir, yang sering disalahpahami, banyak orang sampai berutang untuk investasi spekulatif seperti kripto, saham penny, atau aset berisiko tinggi.

Kalau harga tiba-tiba turun, kamu tetap harus bayar cicilan beserta bunganya, padahal asetnya belum tentu bisa diuangkan. Ini bisa dibilang financial suicide.

Solusinya, investasi hanya pakai dana yang sudah kamu sisihkan. Jangan pakai pinjaman untuk hal-hal yang volatil dan berisiko tinggi.

Baca juga: Pemerintah Tunda Pajak E-Commerce untuk Jaga Daya Beli Masyarakat

Kenapa Barang-Barang Ini Bikin Rugi Kalau Dikredit?

Sekarang kamu mungkin bertanya, kok bisa rugi sih cuma karena kredit? Padahal cicilan terlihat kecil. Nah, ini beberapa poin pentingnya:

  1. Bunga dan Biaya Tambahan
    Bunga kredit, biaya admin, dan denda keterlambatan bisa bikin total biaya akhir jauh lebih besar daripada harga barang awal.
  2. Depresiasi dan Nol Return
    Banyak barang yang tidak menghasilkan return finansial atau malah nilainya turun, tapi kamu tetap harus bayar bunga setiap bulan.
  3. Stres Finansial dan Risiko Pembayaran
    Terlalu banyak cicilan bisa bikin stres dan semakin sulit menabung atau berinvestasi untuk hal penting.

Tips Anti Rugi Sebelum Kredit

Supaya kamu nggak salah langkah, ini beberapa tips finansial yang bisa kamu ikuti:

  • Punya dana darurat dulu sebelum kredit barang non-urgent.
  • Bedakan antara kebutuhan dan keinginan.
  • Hindari kredit untuk hal konsumtif.
  • Hitung total biaya akhir sebelum klik Buy Now.
  • Gunakan cicilan hanya untuk kebutuhan produktif.

Ingat, cicilan itu alat, bukan solusi jangka panjang untuk gaya hidup yang nggak realistis. Pilih yang benar-benar worth itdan sesuai prioritas keuanganmu.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Investopedia.com, Supermoney.com

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU