Ilustrasi Pay Later atau paylater (Freepik)
INDOZONE.ID - CEO Big Alpha, Tirta Prayudha, menegaskan bahwa layanan buy now pay later (BNPL) dan kartu kredit sering disalahpahami oleh masyarakat.
Dalam sesi wawancara di acara Indonesia Punya Kamu di Universitas Sebelas Maret (UNS), Solo, Jawa Tengah pada Kamis (13/11/2025) kemarin, ia menekankan bahwa pay later bukan instrumen untuk berutang, tetapi alat bayar yang harus digunakan dengan kesadaran finansial yang matang.
“Sebenarnya itu adalah tools, sebuah alat. Jadi itu bukan alat hutang tapi alat bayar. Jadi pastikan ketika ingin membeli sesuatu dengan kartu kredit atau dengan pay later, uangnya sudah ada,” ujar Tirta.
Baca juga: Di Indonesia Punya Kamu, Tirta Prayudha Ungkap “Invisible Spending”: Penyakit Finansial Anak Muda
Ia menjelaskan bahwa kesalahan umum pengguna terjadi ketika pay later digunakan sebagai cara memaksakan pembelian yang sebenarnya belum mampu ditanggung.
CEO Big Alpha Tirta Prayudha dan CEO Indozone, Riel Tasmaya (Youtube/Indozone Media)
Tirta juga membagikan trik pribadinya untuk mengelola keuangan.
“Satu trik yang saya lakukan itu adalah semua pengeluaran saya, saya lakukan dengan kartu kredit. Dan di akhir bulan saya bayar dulu semuanya, karena itu alat bayar.”
Menurutnya, disiplin seperti ini membantu menjaga pengeluaran tetap terkendali tanpa terjebak utang konsumtif.
Baca juga: Belanja Pakai Paylater Makin Populer di Kalangan Gen Z, Kok Bisa?
Ketika ditanya soal anggapan bahwa menggunakan pay later sama dengan berutang, Tirta mengingatkan pentingnya memisahkan between mindset dan realita finansial. Ia juga menyinggung prinsip yang populer dari rapper Jay-Z:
“If you cannot buy it twice, it means you cannot afford it.” atau "Jika kamu gak bisa membeli barang tersebut dua kali, berarti kamu gak mampu membelinya."
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Amatan