Ilustrasi melunasi utang. (Freepik)
INDOZONE.ID - Banyak orang merasa sudah berusaha keras keluar dari jeratan hutang. Mulai dari menekan pengeluaran, mencari kerja sampingan, sampai rela hidup superhemat. Tapi anehnya, saldo tetap seret dan tagihan terus datang tanpa ampun.
Kalau kamu merasa berada di fase ini, masalahnya mungkin bukan cuma soal jumlah penghasilan atau besarnya cicilan. Ada satu hal yang sering luput disadari, yaitu pola pikir terhadap utang.
Ini salah satu jebakan paling berbahaya!
Saat seseorang mulai berpikir, “Ya sudahlah, semua orang juga punya hutang,” atau “Kayaknya hidup memang bakal terus dibayang-bayangi cicilan,” pola pikir seperti ini justru bisa memperparah kondisi keuangan.
Rasa pasrah tersebut perlahan membuat seseorang berhenti mencari jalan keluar. Mereka mulai terbiasa hidup dari gaji ke gaji, memakai kartu kredit tanpa perhitungan, hingga menambah pinjaman baru demi menutup hutang lama.
Ujung-ujungnya? Masuk ke lingkaran setan finansial yang sulit diputus.
Baca juga: Terjebak Hutang Demi Terlihat Kaya? Ubah Pola Pikir Ini Sebelum Terlambat!
Hutang yang terus menumpuk ternyata bisa merusak banyak aspek kehidupan. Misalnya, tekanan tagihan setiap bulan bisa memicu stres berkepanjangan, sulit tidur, overthinking, hingga rasa cemas berlebihan. Dalam kondisi tertentu, masalah finansial juga bisa mempengaruhi hubungan dengan pasangan, keluarga, bahkan teman dekat.
Tak sedikit orang jadi mudah emosi, kehilangan fokus saat bekerja, dan merasa hidupnya berjalan di tempat hanya karena beban utang yang tak kunjung selesai.
Kalau dibiarkan terlalu lama, kondisi ini bisa menguras kesehatan mental dan fisik secara perlahan.
mengatur keuangan bagi pekerja freelence (Freepik)
Keluar dari hutang memang tidak bisa terjadi dalam semalam. Tapi semuanya bisa dimulai dari perubahan cara pandang.
Berhenti menganggap hutang sebagai bagian permanen dari hidup. Tanamkan pola pikir bahwa kondisi finansial tetap bisa diperbaiki selama ada komitmen untuk berubah.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Consolidatedcreditcanada.ca