ilustrasi mendapatkan uang dari instagram (freepik)
INDOZONE.ID - Pernah merasa iri saat melihat teman tiba-tiba ganti iPhone terbaru, liburan ke luar negeri, nongkrong di restoran mahal, atau pamer barang branded di media sosial?
Tanpa sadar, banyak orang langsung merasa hidupnya tertinggal jauh. Rasa gengsi pun mulai muncul. Muncul pikiran berbahaya, “Kalau mereka bisa, gue juga harus bisa,” dan dorongan untuk ikut terlihat “sukses” meski kondisi rekening sebenarnya sedang tidak baik-baik saja.
Mulai dari checkout barang mahal, mengambil cicilan baru, sampai memakai kartu kredit demi gaya hidup yang dipaksakan semua dilakukan agar tidak dianggap kalah dari orang lain.
Sekilas terlihat keren. Tapi di balik itu, banyak orang justru sedang menggali lubang utang mereka sendiri. Ironisnya, orang-orang yang berhasil dibuat terkesan belum tentu peduli saat tagihan mulai menumpuk setiap bulan.
Kalau kamu masih sering membeli sesuatu hanya demi terlihat mapan di depan orang lain, mungkin ini saatnya berhenti sebelum kondisi keuangan makin berantakan.
Salah satu penyebab banyak orang sulit keluar dari masalah keuangan adalah kebiasaan membandingkan hidup dengan orang lain. Fenomena ini sering disebut sebagai keinginan untuk “mengimbangi orang lain” agar terlihat setara secara status sosial.
Karena merasa harus tampil keren, sebagian orang rela memaksakan diri membeli barang di luar kemampuan finansial mereka. Mulai dari smartphone mahal, baju branded, kendaraan baru, hingga liburan yang sebenarnya belum perlu.
Awalnya mungkin terasa menyenangkan karena mendapat pujian atau pengakuan dari orang sekitar. Namun, setelah euforia itu hilang, tagihan justru datang tanpa ampun.
Ini fakta yang sering dilupakan banyak orang: ketika cicilan mulai menumpuk, orang-orang yang dulu ingin kamu buat terkesan tidak akan ikut membantu membayarnya!
Hutang adalah tanggung jawab pribadi. Semakin sering kamu berbelanja demi gengsi, semakin besar pula tekanan finansial yang harus dihadapi di kemudian hari.
Rasa stres karena tagihan bulanan, bunga pinjaman, hingga kondisi keuangan yang berantakan bisa berdampak pada kualitas hidup secara keseluruhan.
Baca juga: Banyak yang Langkah Setelah Hutang Lunas, Padahal Cara Simpan Uang Ini Bisa Untung Tanpa Ribet!
Setiap orang punya kondisi finansial yang berbeda. Ada yang memang mampu membeli sesuatu secara tunai, ada juga yang punya prioritas keuangan lain seperti keluarga, pendidikan, atau tabungan masa depan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Consolidatedcreditcanada.ca