perbedaan kartu kredit dan payletter (freepik)
INDOZONE.ID - Banyak orang merasa penghasilannya sebenarnya sudah cukup. Gaji rutin masuk setiap bulan, bahkan ada tambahan pemasukan dari kerja sampingan. Tapi anehnya, saldo rekening tetap tipis, tabungan sulit terkumpul, dan akhir bulan selalu terasa menegangkan.
Kalau kamu sering mengalami hal ini, bisa jadi penyebabnya bukan karena gaji terlalu kecil, melainkan kebiasaan finansial yang selama ini dianggap biasa saja.
Salah satu kebiasaan paling berbahaya yang sering disepelekan adalah menumpuk utang berbunga tinggi, terutama dari kartu kredit.
Baca juga: PayLater vs Kartu Kredit: Mana Lebih Untung atau Malah Bikin Boncos?
Banyak orang memakai kartu kredit dengan alasan praktis. Mulai dari kebutuhan mendadak, belanja diskonan, sampai gaya hidup yang sebenarnya belum tentu dibutuhkan.
Masalah mulai muncul saat tagihan datang dan pemilik kartu hanya membayar jumlah minimum. Sekilas terlihat aman karena tagihan tetap berjalan, tetapi di balik itu bunga terus bertambah setiap bulan.
Bunga kartu kredit umumnya berada di kisaran 20 hingga 25 persen per tahun. Angka tersebut cukup besar dan bisa menguras kondisi finansial tanpa disadari.
Bayangkan jika kamu memiliki utang kartu kredit sebesar sekitar Rp80.000.000. Jika tidak segera dilunasi, bunga yang harus dibayar bisa mencapai sekitar Rp16.000.000 hingga Rp20.000.000 dalam setahun hanya agar utang tetap aktif.
Uang sebanyak itu sebenarnya bisa dipakai untuk dana darurat, investasi, liburan, atau kebutuhan lain yang jauh lebih bermanfaat.
Ilustrasi belanja online. (Freepik)
Salah satu alasannya karena kartu kredit sering memberi ilusi bahwa seseorang punya uang lebih banyak dari yang sebenarnya dimiliki.
Promo cicilan, cashback, diskon besar-besaran, hingga fitur bayar nanti (pay later) sering membuat orang lebih impulsif saat berbelanja. Tanpa kontrol yang baik, kebiasaan ini perlahan berubah menjadi lingkaran utang yang sulit dihentikan.
Langkah pertama yang harus dilakukan adalah fokus melunasi utang dengan bunga paling tinggi terlebih dahulu agar beban tidak terus membengkak.
Selain itu, biasakan membeli sesuatu hanya jika kamu benar-benar mampu membayarnya dengan uang tunai atau kartu debit. Jikalau memang harus berutang untuk membeli barang yang sebenarnya bukan kebutuhan mendesak, mungkin itu tanda bahwa pembelian tersebut perlu dipikirkan ulang.
Baca juga: Perbedaan Paylater dan Kartu Kredit yang Wajib Kamu Tahu Sebelum Pakai
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Consolidatedcreditcanada.ca