INDOZONE.ID - Pernah kepikiran kenapa UMR di setiap daerah bisa beda-beda? Ada kota yang UMR-nya tinggi, tapi ada juga yang masih rendah.
Nah, ternyata ada banyak faktor yang memengaruhi besaran UMR setiap daerah tidak sama. Yuk, simak penjelasannya.
Upah Minimum Regional (UMR) adalah standar gaji minimum yang harus diberikan perusahaan ke karyawan di suatu daerah.
Baca juga: Gaji UMR Mau Punya Rumah? Ini 7 Tips Menabung yang Bisa Dicoba
Tujuannya, agar pekerja tetap bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Karena kondisi setiap daerah berbeda, otomatis nominal UMR juga ikut berbeda.
Kota dengan biaya hidup mahal biasanya memiliki UMR lebih tinggi. Contohnya, harga kos, makan, transportasi, hingga kebutuhan sehari-hari di kota besar jelas lebih mahal dibanding daerah lain.
Daerah yang industrinya ramai dan ekonominya lebih maju, biasanya memiliki kemampuan memberi upah lebih besar.
Sementara, daerah yang ekonominya masih berkembang umumnya memiliki UMR yang lebih rendah.
Baca juga: 4 Cara Atur Gaji UMR: Salah Satunya Maksimalkan Uang Sekecil Apapun
Setiap tahun pemerintah menentukan kenaikan upah minimum. Penentuannya biasanya melihat inflasi, pertumbuhan ekonomi, dan kondisi dunia kerja di daerah tersebut.
Tidak semua perusahaan memiliki kondisi keuangan yang sama. Ada perusahaan besar yang mampu memberikan gaji lebih tinggi, tapi ada juga yang masih menyesuaikan kemampuan bisnis mereka.
Serikat pekerja juga ikut berperan dalam pembahasan soal upah. Biasanya, mereka menyampaikan aspirasi soal kenaikan gaji dan kesejahteraan karyawan.
Baca juga: Gaji UMR Cukup Buat Kebutuhan Bulanan? Begini Cara Mengaturnya dengan Tepat
Jika banyak perusahaan mulai kasih gaji lebih tinggi, perusahaan lain biasanya ikut menyesuaikan agar karyawannya tidak berpindah kerja ke tempat lain.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Myrobin.id