Ilustrasi gaji cepat habis. (magnific)
INDOZONE.ID - Merasa baru saja gajian, tapi saldo rekening tiba-tiba sudah menipis? Padahal rasanya kamu tidak membeli barang mahal, tidak liburan, dan tidak punya pengeluaran besar.
Kalau situasi ini terasa relate, bisa jadi masalahnya ada pada kebiasaan kecil yang sering dianggap sepele. Ironisnya, pengeluaran receh inilah yang sering jadi biang kerok kondisi finansial berantakan tanpa disadari.
Banyak orang berpikir kondisi keuangan buruk terjadi karena cicilan besar, utang menumpuk, atau pendapatan yang terlalu kecil.
Faktanya, kebocoran uang justru sering datang dari pengeluaran harian yang terlihat tidak berbahaya:
Bayangkan membeli kopi Rp35.000 selama 25 hari kerja. Uang yang keluar bisa mencapai Rp875.000 hanya untuk kopi. Belum termasuk biaya ongkir makanan online, promo palsu yang bikin kalap belanja, hingga langganan digital yang lupa dibatalkan.
Tanpa sadar, jutaan rupiah bisa hilang hanya dari pengeluaran kecil yang dianggap “cuma sekali ini”.
Baca juga: 7 Cara Lawan Inflasi bagi Rumah Tangga, Biar Gaji Nggak Habis di Tengah Jalan!
Ahli perilaku keuangan menyebut kebiasaan ini sebagai latte factor. Istilah ini menggambarkan pengeluaran kecil namun rutin yang perlahan menggerus kondisi finansial seseorang.
Masalahnya bukan pada kopi atau jajan itu sendiri, melainkan kebiasaan mengeluarkan uang tanpa benar-benar menghitung dampak jangka panjangnya.
Karena terlalu sering dianggap receh, banyak orang baru sadar saat tabungan sulit bertambah atau target keuangan terus tertunda.
Ilustrasi belanja akhir tahun. (Freepik)
Pengeluaran kecil terasa menyenangkan secara instan.
Kamu merasa lebih praktis, lebih nyaman, dan kadang merasa pantas memberi reward untuk diri sendiri setelah bekerja keras. Di sisi lain, nominal kecil membuat otak menganggap pengeluaran itu bukan masalah besar.
Inilah yang membuat kebiasaan tersebut terus berulang.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Consolidatedcreditcanada.ca