Kategori Berita

KANAL

REGIONAL

Rabu, 08 JULI 2026 • 11:15 WIB

Pembelian Saham oleh Jajaran Direksi AMMN Jadi Perhatian Investor, Ini Kata Analis

Pembelian Saham oleh Jajaran Direksi AMMN Jadi Perhatian Investor, Ini Kata AnalisPT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN). (Istimewa)

INDOZONE.ID - Sejumlah direksi PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menambah kepemilikan saham perusahaan. Aksi tersebut dilakukan di tengah pergerakan pasar modal domestik yang masih berfluktuasi.

Berdasarkan transparansi informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), Direktur Utama AMMN Arief Sidarto membeli 1,6 juta saham perseroan pada 30 Juni 2026 seharga Rp3.105 per saham, dengan nilai transaksi mencapai sekitar Rp4,97 miliar. 

Aksi serupa juga dilakukan Direktur AMMN Anthony Mathias yang membeli sekitar 1,69 juta saham pada periode 1–2 Juli 2026 dengan kisaran harga Rp3.120 hingga Rp3.510 per saham, atau senilai sekitar Rp5,6 miliar. 

Baca juga: Tak Cuma Bitcoin, Investor Indonesia Mulai Melirik Token Saham Apple hingga Tesla

Selain itu, Direktur Aditya Sasmito turut menambah kepemilikan sebanyak 850.000 saham pada 6 Juli 2026 di harga Rp3.530 per saham dengan nilai transaksi sekitar Rp3 miliar. 

Sementara itu, Direktur Lal Naveen Chandra juga tercatat membeli 1 juta saham di harga Rp3.565 per saham, sehingga total kepemilikan sahamnya mencapai 53.161.300 lembar.

Seluruh transaksi tersebut telah dilaporkan secara transparan kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan BEI sesuai Peraturan OJK Nomor 4 Tahun 2024, dengan tujuan transaksi yang secara tegas dicantumkan sebagai "investasi pribadi”.

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia, M Nafan Aji Gusta menegaskan bahwa gelombang pembelian saham oleh direksi AMMAN ini dapat diartikan sebagai sinyal kolektif, bukan sekadar aksi individual. 

"Gerakan borong saham ini bisa mengindikasikan bahwa manajemen melihat prospek masa depan perusahaan yang positif, dengan kinerja bisnis yang solid. Terlebih saat ini pasar sedang tertekan oleh sentimen makro dan capital outflow asing, yang tidak mencerminkan fundamental atau kondisi bisnis perusahaan yang sebenarnya,” ujar Nafan saat dihubungi media, Rabu (8/7/2026).

Dari sisi fundamental, sejumlah analis menilai prospek AMMN pada 2026 didorong oleh peningkatan kapasitas produksi dan pengembangan fasilitas hilirisasi. 

Faktor tersebut dinilai berpotensi mendukung pertumbuhan kinerja operasional perusahaan pada tahun depan.

Baca juga: Jumlah Investor Saham Terus Naik, Keamanan Akun Digital Makin Jadi Perhatian

Nafan menambahkan, apresiasi harga saham AMMN disebabkan oleh kuatnya pengaruh kenaikan harga emas dan tembaga dunia seiring masifnya kebutuhan komoditas tembaga sebagai komponen kendaraan listrik dan data center. 

"Darii sisi fundamental, kinerja operasional Amman dalam beberapa tahun terakhir masih relatif solid. Hal tersebut menunjukkan bahwa perusahaan memiliki daya tahan yang cukup baik dalam menghadapi berbagai tantangan, termasuk volatilitas harga komoditas maupun dinamika ekonomi global," ujarnya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber:

BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU

Pembelian Saham oleh Jajaran Direksi AMMN Jadi Perhatian Investor, Ini Kata Analis

Close
Close
Close
Close
Link berhasil disalin!