Ilustrasi Tanda Harga Emas Turun. (Foto: Freepik @Freepik)
INDOZONE.ID - Harga emas memang sering dianggap aset paling aman. Tapi kenyataannya, emas juga punya fase naik dan turun yang dipengaruhi banyak faktor.
Ada momen ketika harga emas terlihat tak terkalahkan, naik sedikit demi sedikit, lalu tiba-tiba melandai dan membuat banyak orang bingung harus beli atau justru menahan diri.
Di balik pergerakan itu, ada tanda-tanda tertentu yang sebenarnya bisa dibaca sejak awal. Kalau kamu paham polanya, keputusan investasi jadi jauh lebih tenang.
Yuk simak tanda harga emas turun dilansir dari YouTube @Embun Kata selengkapnya!
Baca juga: 9 Rahasia Jual Emas Biar Untung, Bukan Cuma Balik Modal Doang!
Salah satu pemicu utama turunnya harga emas adalah kenaikan suku bunga global, terutama dari The Fed di Amerika Serikat.
Saat suku bunga naik, menyimpan uang dalam dolar atau obligasi jadi lebih menarik karena imbal hasilnya meningkat. Investor besar pun mulai mengalihkan dana dari emas ke instrumen berbunga.
Karena emas tidak memberikan bunga, daya tariknya perlahan berkurang. Dampaknya bisa terasa hingga Indonesia, di mana harga emas lokal mulai stagnan lalu turun pelan.
Harga emas dunia dihitung dalam dolar. Jadi ketika nilai tukar rupiah menguat terhadap dolar, harga emas dalam rupiah cenderung turun.
Meski harga emas dunia stabil, penguatan rupiah bisa membuat harga emas Antam terkoreksi cukup terasa.
Kondisi ini sering terjadi saat ekonomi dalam negeri stabil, investasi asing masuk, dan cadangan devisa meningkat.
Banyak orang hanya melihat harga emas, padahal kurs rupiah punya peran besar di balik layar.
Tanda lain yang patut diperhatikan adalah menurunnya minat beli emas di dalam negeri.
Biasanya terjadi ketika ekonomi mulai membaik dan masyarakat berani mengalihkan dana ke investasi lain seperti saham atau deposito.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: YouTube