Ilustrasi Pajak. (Freepik) (Freepik)
INDOZONE.ID - Ekonom Senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Aviliani menilai peran sektor swasta harus diperkuat lagi guna mengoptimalkan penerimaan pajak negara.
Ia mengatakan bahwa pemerintah selama ini lebih fokus pada program langsung ke masyarakat, sedangkan kontribusi swasta sebagai partner dalam pembangunan belum dimanfaatkan secara maksimal.
"Selama ini kita hanya konsen pada MBG (Makan Bergizi Gratis), koperasi (KDMP) gitu, tapi bagaimana sektor swasta itu menjadi partner daripada program-program pemerintah. Saya rasa ini juga menjadi hal yang penting," ujar Avilian, dikutip dari ANTARA pada Rabu.
Aviliani menegaskan bahwa partisipasi swasta sangat krusial karena pendapatan negara dari pajak tidak hanya mengandalkan kepatuhan wajib pajak individu atau badan usaha milik negara (BUMN).
Perusahaan swasta, baik yang berskala besar, menengah, maupun kecil, juga memberi kontribusi penting terhadap penerimaan pajak.
Lebih lanjut, dia menjelaskan bahwa perusahaan besar relatif sudah lebih patuh dalam membayar pajak, apalagi dengan adanya sistem Coretax yang nantinya diharapkan bisa memperkuat transparansi.
Meski demikian, di sisi UMKM, pendampingan pajak masih perlu ditingkatkan.
“Di sini UMKM yang nanti perlu pendampingan supaya mereka bayar pajaknya itu benar-benar memang atas pengetahuan mereka, karena selama ini sosialisasi mungkin terhadap UMKM ini masih perlu ditingkatkan. Mungkin orang mengatakan sudah sering, ya sudah sering tetapi yang namanya UMKM," jelasnya.
Selain itu, Aviliani juga mengingatkan bahwa pemerintah tidak bisa terus mengandalkan penerimaan dari komoditas.
Baca juga: Bermodal Rp2 Juta, Ini Kunci Sukses CEO Healthy Go Bangun Bisnis Makanan Sehat hingga Tembus 15 Kota
Harga komoditas global yang fluktuatif membuat penerimaan negara mudah turun. Karena itu, insentif perlu diarahkan pada sektor-sektor yang mampu menyerap tenaga kerja dan memperkuat basis pajak, seperti pertanian, manufaktur, dan pertambangan.
"Oleh karena itu kalau diberikan insentif harus lebih pada sektor yang menciptakan lapangan kerja, tidak pada semua sektor. Harus ada kontribusi terhadap sektor yang berpengaruh terhadap ekonomi lebih cepat," lanjutnya.
Ia berpendapat bahwa penguatan sektor swasta akan menghasilkan efek ganda: meningkatkan peluang kerja dan juga memperbesar basis pajak. Dengan cara ini, stabilitas fiskal bisa lebih terjamin tanpa perlu mengubah tarif pajak yang ada.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: ANTARA