INDOZONE.ID - Penetapan harga telah menjadi salah satu aspek krusial untuk meningkatkan penjualan, menjaga margin, dan tetap kompetitif.
Strategi penetapan harga yang didukung oleh data dan bersifat adaptif bisa membuat harga menjadi faktor kunci untuk mendorong pertumbuhan yang berkelanjutan.
Kesalahan seperti itu tidak hanya menyebabkan kehilangan pendapatan tetapi juga bisa mengakibatkan kehilangan pelanggan, pengikisan pangsa pasar, dan rusaknya kepercayaan pada merek.
Lantas, seperti apa hal yang harus kamu lakukan agar penjualan kamu tidak goyah dan tetap stabil? Simak selengkapnya berikut ini.
1. Harga Dinamis
Situasi ritel di tahun 2025 lebih ketat daripada sebelumnya. Aktivitas pesaing yang dipantau secara real-time, perubahan dalam permintaan, pengawasan dan pengelolaan stok, semuanya memanfaatkan perangkat yang didukung AI, membuat penyesuaian harga bisa dilakukan dalam hitungan detik.
Ini memungkinkan merek e-commerce untuk tetap lincah dan kompetitif tanpa harus melakukan pembaruan daftar harga secara manual.
2. Harga yang Kompetitif
Pasar e-commerce Amerika Serikat, yang bernilai $1,19 triliun di tahun 2024, diperkirakan akan mencapai $1,29 triliun pada akhir tahun 2025.
Pertumbuhan ini disertai dengan persaingan yang ketat, yang mengharuskan harga kompetitif menjadi prioritas utama saat berbelanja menurut 46,8% pembeli online.
Penetapan harga yang kompetitif berarti menyesuaikan harga secara strategis berdasarkan pemain lain di pasar dan nilai yang kamu tawarkan.
Strategi penetapan harga kompetitif umumnya digunakan oleh bisnis yang menjual produk dengan sedikit perbedaan dengan produk pesaing, di mana semua perusahaan bersaing untuk menarik pelanggan yang sama.
Kalau kamu beroperasi di segmen yang kompetitif, lakukan pemantauan harga pesaing secara teratur dan manfaatkan alat yang dinamis atau ditenagai AI untuk melakukan penyesuaian secara real time.
3. Penetapan Harga Berdasarkan Nilai
Strategi penetapan harga berdasarkan nilai menitikberatkan pada seberapa besar pelanggan bersedia membayar berdasarkan nilai yang mereka rasakan, bukan semata-mata biaya produksi.
Pendekatan ini memungkinkan kamu untuk mendapatkan margin yang lebih baik dan membangun loyalitas pelanggan dalam jangka panjang.
4. Penetapan Harga Berbasis AI
Di tahun 2025, lebih dari 60% produk SaaS perusahaan mengintegrasikan fitur AI, banyak di antaranya digunakan untuk optimasi harga dan personalisasi.
Strategi penetapan harga yang menggunakan AI memanfaatkan pembelajaran mesin untuk menganalisis perilaku pelanggan, harga kompetitor, ketersediaan stok, dan tren pasar secara real-time.
Setelah itu, sistem akan menentukan titik harga optimal untuk meningkatkan konversi dan profitabilitas.
Bagi bisnis e-commerce, pesan utamanya adalah: investasikan pada alat AI yang terintegrasi dengan sistem yang sudah ada (ERP, BI, CRM).
Pastikan kamu memantau dampak keuangan dari strategi ini, hindari melakukan perubahan harga secara mendadak, dan sisihkan sumber daya untuk memelihara serta memperbarui model AI agar tingkat akurasinya tetap terjaga.
5. Harga Promosi
Diskon temporer yang mendesak adalah salah satu metode paling sederhana untuk menarik pelanggan baru dan meningkatkan volume penjualan.
Diskon ini bisa ditawarkan dalam beberapa bentuk seperti diskon persentase, penjualan cepat, kode kupon, atau ongkos kirim gratis.
Baca juga: Hari Perumahan Nasional, PNM Perkuat Komitmen Rumah Layak untuk Ruang Produktif Nasabah Mekaar
Berdasarkan riset Statista di tahun 2024, 62% pembeli online terdorong untuk melakukan pembelian ketika mereka mendapatkan kode promo, terutama jika ditawarkan lewat email atau media sosial.
Penetapan harga adalah aspek dinamis dan terus berkembang dalam bisnis kamu yang bisa berdampak pada keuntungan kamu, dan, yang tak kalah penting, kepercayaan pelanggan.
Strategi yang didukung data bisa membantu kamu menyesuaikan arah dengan cepat. Metode terbaik untuk meningkatkan penjualan adalah dengan menyesuaikan strategi kamu sesuai dengan perubahan di pasar dan mengombinasikan penetapan harga yang dinamis, kompetitif, berbasis nilai, berbasis AI, serta promosi.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Entrepreneur.com