Selasa, 30 JUNI 2026 • 10:04 WIB

Pelaku Usaha Cor Logam di Klaten Terdampak Pemadaman Listrik Bergilir

Author

Pengusaha cor logam, Agus Iriawan. (Edelweis Ratushima)

INDOZONE.ID - Pemadaman listrik bergilir di berbagai wilayah berdampak pada sektor usaha cor logam yang mengandalkan pasokan listrik. 

Seperti yang dialami Agus Iriawan, salah seorang pengusaha cor logam di Dukuh Tegalsari, Desa Ngawonggo, Kecamatan Ceper, Jawa Tengah.

Secara berkala, home industrinya melebur logam sebanyak 20 ton sampai 25 ton, sesuai kapasitas tempatnya. Bahan baku sebanyak itu, bisa menghasilkan 400-500 barang yang dicetak.

Tempatnya ini memproduksi drainase jembatan layang dan jalan tol.

Baca juga: Mau Bikin NIB? Ini Langkah Awal Daftarkan Hak Akses UMK di OSS Biar Bisnis Kamu Legal

"Barang yang kami produksi adalah drainase fly over atau jalan tol, yang ditanam di kanan kiri jembatan untuk pembuangan air," kata Agus.

Saat ini usahanya ikut terdampak situasi geopolitik dunia. Semua harga bahan baku naik sekitar 10 persen. 

Ditambah lagi, kebijakan PLN yang memberlakukan pemadaman bergilir, juga sangat berpengaruh terhadap kelancaran produksi.

Bila listrik padam, kerugian bisa mencapai Rp30 juta, karena proses peleburan terganggu. Untuk menyiasatinya, ia menyiapkan mesin genset, meskipun biaya operasional praktis bertambah.

Baca juga: Biodiesel B50 Jadi Langkah Baru Pemerintah Kurangi Impor BBM dan Emisi Karbon

Agar tidak merugi terlalu besar, ia terpaksa menaikkan harga barang antara Rp75.000-100.000 per item.

Untuk kontrak yang sudah berjalan, harganya tidak bisa diubah begitu saja. Kenaikan harga baru ia terapkan di kontrak-kontrak baru. 

"Konsumen kami adalah BUMN yang membuat jalan tol seluruh Indonesia. Kami hanya fokus memproduksi drainase saja untuk saat ini," ujarnya.

Selama ini, home industrinya menggunakan pasokan listrik sebanyak 23.000 VA yang ditingkatkan menjadi 32.000 VA demi kelancaran produksi.

Baca juga: Jumlah Investor Saham Terus Naik, Keamanan Akun Digital Makin Jadi Perhatian

Agus berharap, pasokan listrik kembali normal sehingga tidak mengganggu proses produksi. 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi

Sumber: Liputan

TERPOPULER
TAG POPULER
BERITA TERKAIT
BERITA TERBARU