INDOZONE.ID - Inflasi tahunan Jakarta pada Mei 2026 lebih tinggi 0,42 persen poin menjadi sebesar 2,49 persen dibandingkan tingkat inflasi pada 2025.
"Pada bulan Mei 2025, inflasi tahunan sebesar 2,07 persen. Sementara, bila dibandingkan dengan bulan April 2026, tingkat inflasi tahunan bulan Mei 2026 juga lebih tinggi, yakni 0,37 persen poin," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta, Kadarmanto di Jakarta pada Selasa (2/6/2026).
Dia menyampaikan, dari sisi pengeluaran pada Mei 2026, seluruh kelompok pengeluaran mengalami inflasi secara tahunan.
Baca juga: Dampak Negatif Inflasi bagi Masyarakat dan Perekonomian, Apa Saja?
Kenaikan inflasi terutama disumbangkan oleh kelompok makanan, minuman dan tembakau, yakni sebesar 0,79 persen.
Selanjutnya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya memberikan andil sebesar 0,69 persen. Kemudian kelompok transportasi memberikan andil inflasi sebesar 0,35 persen.
Berdasarkan komoditas, penyumbang utama inflasi tahunan Jakarta pada Mei 2026, yaitu emas perhiasan dengan andil sebesar 0,58 persen, angkutan udara dengan andil 0,18 persen, daging ayam ras dengan andil 0,17 persen, beras dengan andil 0,13 persen, dan minyak goreng dengan andil 0,10 persen.
Baca juga: Mengenal GPIPS, Program Baru BI Untuk Stabilkan Inflasi Dan Ketahanan Pangan
Sementara itu, secara bulanan, Jakarta juga mengalami inflasi pada Mei 2026, yakni sebesar 0,12 persen.
Penyumbang utama inflasi pada bulan tersebut, yaitu kelompok transportasi dengan andil inflasi sebesar 0,07 persen.
Kemudian, komoditas utama yang memberikan penyumbang inflasi pada kelompok tersebut adalah bensin, yang mengalami inflasi 1,06 persen dan memberikan andil 0,05 persen.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara