INDOZONE.ID - Bank of England (BoE) masih punya pekerjaan rumah mengendalikan harga. Kepala Ekonom BoE, Huw Pill, mengungkapkan bahwa inflasi inti Inggris saat ini berada di kisaran 2,5 persen secara tahunan.
Angka ini masih lebih tinggi dari target bank sentral yang sebesar 2 persen.
Pernyataan itu disampaikan Pill dalam acara yang digelar Santander Bank di London, Jumat (13/2/2026).
Ia juga mengulangi keyakinannya bahwa suku bunga perlu tetap dipertahankan untuk terus menekan laju inflasi.
"Saya pikir ketika kita melihat posisi kita sekarang, tanpa sesuatu yang terjadi, inflasi inti akan berada di 2,5 persen," ujarnya.
Baca juga: Presiden Prabowo Sebut Program MBG Bisa Serap 1,5 Juta Tenaga Kerja
BoE sebelumnya memperkirakan inflasi akan turun ke sekitar 2 persen pada April atau Mei mendatang.
Namun Pill mengingatkan, penurunan itu sebagian besar hanya efek sementara dari kebijakan anggaran Menteri Keuangan Rachel Reeves yang diumumkan November lalu.
Begitu efek satu kali itu hilang, tekanan harga diprediksi kembali naik.
Sikap hati-hati ini konsisten dengan langkah Pill di Komite Kebijakan Moneter (MPC) pekan lalu.
Ia termasuk dalam mayoritas tipis yang memilih mempertahankan suku bunga di level 3,75 persen.
Sebelumnya, pada Desember, ia juga menolak keputusan pemangkasan suku bunga seperempat poin persentase.
Baca juga: Menhut Raja Juli Luncurkan Skema Dana Lingkungan Baru, Dorong Ekonomi Hijau Berbasis Komunitas
Dalam risalah rapat Februari, Pill menyebut suku bunga telah dipotong terlalu cepat sebelumnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Reuters