INDOZONE.ID - Pemerintah melalui Kementerian Ekonomi Kreatif (Kemenkraf) menegaskan komitmennya untuk terus mendorong inovasi berbasis kearifan lokal dan kelestarian alam sebagai penggerak ekonomi nasional.
Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjadikan ekonomi kreatif sebagai mesin baru pertumbuhan yang dimulai dari daerah, dengan harapan bisa memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Irene Umar, mencontohkan salah satu pelaku usaha yang berhasil menggabungkan kreativitas dan keberlanjutan, yaitu Seken Living asal Yogyakarta.
"Seken Living adalah contoh nyata nyata bagaimana kreativitas dapat memberikan nafas baru bagi limbah kayu menjadi produk kriya kelas dunia. Kami sangat mengapresiasi konsistensi jenama ini dalam menjaga ekosistem lingkungan sekaligus memberdayakan perajin lokal di Yogyakarta," ujar Irene seperti dilansir Antara, Jumat (17/4/2026).
Baca juga: Industri Kreatif itu Mesin Ekonomi Masa Kini: Dari Ide Sederhana Bisa Jadi Peluang Besar
Seken Living merupakan brand lokal yang berdiri sejak 2014 dan fokus mengolah kayu bekas menjadi produk yang tidak hanya estetis, tetapi juga fungsional.
Dalam perjalanannya, bisnis ini berkembang menjadi ekosistem kreatif yang memadukan keahlian tradisional dengan manajemen modern untuk memenuhi pasar ramah lingkungan.
Menurut Irene, pemerintah ingin hadir sebagai akselerator bagi brand lokal yang punya visi keberlanjutan seperti ini.
"Kami ingin memastikan bahwa produk dengan narasi sustainability seperti ini mendapatkan panggung yang layak di kancah global, karena dunia saat ini tengah mencari produk yang ramah lingkungan," jelasnya.
Untuk memperluas pasar, pemerintah juga mendorong kolaborasi lintas sektor, termasuk dukungan pembiayaan ekspor dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau Indonesia Eximbank yang telah dimanfaatkan oleh Seken Living.
"Sinergi antara kreativitas dan dukungan finansial seperti dari Indonesia Eximbank adalah kunci untuk menembus hambatan pasar internasional," tambah Irene.
Tak hanya fokus pada produk furniture, Seken Living juga mengembangkan berbagai lini bisnis yang saling terhubung, mulai dari showroom furniture berbahan kayu daur ulang, kafe, akomodasi berbasis bangunan daur ulang, toko online dekorasi, hingga restoran untuk acara privat.
Konsep ini menjadi contoh nyata bagaimana ekonomi kreatif bisa menyatu dengan gaya hidup berkelanjutan yang semakin diminati masyarakat global.
Baca juga: Ekonomi Kreatif Kaltim Tumbuh, Subsector Fesyen Sumbang Besar ke PDRB 2025
Selain aktif di dalam negeri, Seken Living juga telah merambah pasar internasional lewat berbagai pameran bergengsi seperti Maison & Objet, Salone del Mobile, dan Shoppe Object.
Meski sudah menembus pasar global, pelaku usaha masih menghadapi tantangan, terutama dalam akses dan kesempatan tampil di pameran internasional.
Pendiri Seken Living, Ferryal, berharap dukungan pemerintah bisa terus berlanjut, terutama dalam hal akses pasar dan promosi digital.
“Kehadiran Wamen Ekraf memberi semangat bagi kami. Kami juga berharap Seken Living bisa terus dilibatkan dalam berbagai pameran dan event mendatang," ujarnya.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi
Sumber: Antara